Bagian 19

6.7K 359 82

Terimakasih banyak karna kalian sudah mau membaca dan menunggu part demi part cerita anehku ini..... Love U All... ^_^

*****

Author's POV

Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Edo dirumahnya, membuat Ara serba salah. Setiap kali didekat Vina, Ara hanya mampu menghindar meskipun dalam hatinya ingin sekali menceritakan pertemuannya dengan Edo. Tapi karna Vina sedang dipenuhi dengan kesibukan pekerjaannya, ditambah lagi Ara selalu melihat Vina uring-uringan dengan anak buahnya lewat telepon..... Ara memilih mengurungkan niatnya. Ia butuh waktu yang tepat.

Juga mengingat bahwa Vina memiliki watak yang keras, membuat Ara sedikit takut untuk menyampaikannya.

Sedangkan, Edo semenjak pertemuannya dengan Ara, sampai sekarang masih belum bisa meluangkan waktunya untuk bertemu lagi dengan gadis itu. Jadwal yang padat membuatnya hanya bisa mengirimkan sms menanyakan kabar Ara, atau menelpon dan menanyakan beberapa hal tentang kakaknya yang belum dia ketahui setelah perpisahan beberapa tahun lalu.

........

Sore ini Vina sedang menonton televisi, pekerjaan yang sempat menguras tenaga dan emosinya akhirnya kembali terkendali. Dia sekarang bisa menikmati waktu luangnya untuk melakukan kegiatan favoritnya seperti malam ini. Yaitu Menonton televisi.

Namun meskipun demikian, pikirannya tak tertuju pada acara yang ia saksikan walaupun matanya memandang lurus ke benda layar datar itu.
Lamunannya justru melayang memikirkan gadisnya, Ara. Ia sangat merasa bersalah membiarkan gadis itu menikmati kebosanannya sendiri. Ia sering kali mendapati Ara memperhatikan dirinya. Meskipun telah sedikit menanggapi, namun ia ingin sekali benar-benar meluangkan waktu sepenuhnya dengan gadisnya itu.

Ara lembur dan baru akan pulang sebentar lagi pukul 18.00, dan Vina menunggu kepulangan gadis itu.

Lama berkutat dalam lamunan, ia tak menyadari bahwa gadisnya telah pulang dan sedang berdiri dibelakangnya. Dibelakang sofa yang didudukinya.

" Kakak ada dirumah jam segini? " Suara Ara sontak membuyarkan lamunan Vina. Ia segera menoleh kearah belakang.

Dengan tersenyum ia meminta Ara duduk disebelahnya, dengan menepuk sofa yang diduduki. Ara menuruti, berjalan dan akhirnya duduk disebelahnya.

" Udah nggak terlalu sibuk lagi sayang... " Jawab Vina dengan lembut, lalu menyibak rambut Ara yang menutupi pipi dan menyelipkannya kebelakang telinga.

Ara merona, dan dengan segera menundukkan wajah menyembunyikan rasa malunya. Dan panggilan baru untuknya yaitu " Sayang " juga semakin membuatnya tersipu.
Namun justru itu yang membuat Vina menjadi gemas, ia lantas mencium kening Ara yang langsung membuat gadis itu gugup.

" Udah dong kak... Aku malu... " Ucap Ara dan langsung membuat Vina tertawa. Dan setelah tawanya berhenti, ia kembali memandangi Ara.

" Ara... "

" Hmm..? Ya kak? " Jawab Ara.

" Maafin kakak sayang, beberapa hari ini nyuekin kamu terus... " Ujar Vina lembut. Ara menggeleng,

" Nggak usah minta maaf kak, aku tau kok kakak tu sibuk banget... " Jawab Ara.
Vina tersenyum,

Hening sejenak....

" Kak... "

" Apa sayang... "

" Aku mau ngomong sesuatu sama kakak, "

" Apa itu? Ngomong aja "

" Sebenernya... " Perkataan Ara terhenti tatkala ponsel ditasnya berbunyi, tanda sms masuk.

So Possessive (gxg)Baca cerita ini secara GRATIS!