Part 15

1K 58 0

Selagi kami berjalan di dalam mall, Merri berkata. "Greyson, apa kau ada acara malam ini?"

"Tidak, memangnya kenapa?"

"Maukah kau menemaniku ke acara pernikahan itu malam ini?"

"Aku mau saja, tapi aku harus membeli setelan jas"

Mata Merri berbinar. "Kalau begitu kita harus mencarinya"

Merri mengajakku masuk ke Prada. Selagi Merri melihat lihat sepatu heels, aku meminta pelayan Prada untuk mengambil permintaanku. Aku melihat Merri sedang memegang sebuah heels berwarna merah.

Aku mencoba pakaianku. Jujur saja, jika aku sedang memakan setelan jas, badanku terlihat lebih berisi dibandingkan dengan memakai pakaian biasa. Aku segera mengganti pakaianku dan memberikannya kepada pelayan.

Aku menghampiri Merri yang sedang mencoba heels merah yang sejak tadi dipegangnya. "Cocok sekali dengan gaunmu"

"Aku sudah punya banyak heels dirumah. Tapi tidak kubawa"

"Kalau begitu ambil lah"

"Kau benar". Merri memberikan heels itu kepada pelayan. "Kau sudah mendapatkan setelan jasmu?"

"Sudah"

"Perfect", ujar Merri. "Kau menginap dimana?"

"Four Seasons"

"Dekat sekali dengan apartment ku"

Aku memasang muka terkejut. "Kebetulan sekali. Kalau begitu aku akan menjemputmu nanti malam"

Merri mengangguk. "Aku akan menunggumu di lobby jam 6"

"Aku tak akan telat"

. merri .

Bertemu lagi dengan Greyson adalah hal yang tak pernah aku duga sebelumnya. Disaat hatiku sedang kacau dengan pengkhianatan Harness padaku, Greyson datang membawa secercah semangat.

Aku memang merasa bersalah sekali kepada Greyson saat tidak mengatakan hal yang sejujurnya mengenai kepergianku di malam sebelum Greyson show. Aku hanya mengatakan padanya bahwa aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Itu memang betul. Tapi sebagian besar dari kepergianku adalah menyelidiki Harness di Singapore.

Aku mendapatkan sebuah berita jika Harness sedang berada di Singapore bersama seorang wanita. Mereka terlihat sangat intim sekali, seperti sedang menjalankan sebuah hubungan serius. Aku juga mendapatkan berita bahwa Harness dan wanita itu bolak-balik ke sebuah tempat penyewaan gaun pengantin.

Pada awalnya aku hanya menggubris berita itu namun berita itu semakin lama semakin terus saja menerorku, dan akhirnya aku ke Singapore malam itu juga untuk membenarkan berita itu dan harus meninggalkan pekerjaan sebagai seorang promotor.

Keesokan paginya, aku menyelidiki berita berita yang diberikan seseorang padaku. Aku mengikuti segalanya. Namun sayang hingga sore, aku tak bertemu dengan Harness dan juga wanita itu. Sesampainya aku ke apartement, ada sebuah titipan yang diberikan resepsionis padaku. Sebuah undangan pernikahan bewarna biru dongker. Saat aku liat siapa nama pengantinnya. Hatiku hancur tak karuan.

Aku termenung di dalam lift.

Aku termenung di dalam kamar.

Hingga akhirnya air mataku tak dapat aku bendung lagi. Aku menangis sejadi-jadinya.

Aku memang tidak mempunyai waktu untuk bersama Harness setiap hari. Harness pun juga begitu. Setiap hari dia selalu berada di suatu wilayah berbeda, dan terakhir sebelum aku ketahui dia masih berada di Jepang. Sekarang aku tau kenapa dia berada di Jepang. Dia bertemu dengan Claretta yang tak lain dan tak bukan adalah tour guide kami dulu.

[ BOOK 1 ] - D I V E | Greyson ChanceRead this story for FREE!