37. Mama?

120K 17.9K 11K
                                    

Selamat sahur gaissss😊

15k komen dan vote aku up lagii😡

15k komen dan vote aku up lagii😡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Gala?!"

Mata Amora berbinar bahagia melihat kedatangan Gala ke panti asuhan. Gadis itu langsung berlari kecil menghampiri Gala.

"Ck!" decak Gala menyingkirkan tangan Amora yang dengan lancang berani menyentuh lengannya.

Perlu diingat, Gala tidak suka melakukan kontak fisik dengan gadis lain selain dengan Riri. Kecuali dalam kondisi tertentu.

"Mana Rafa?!" tanya Gala menatap Amora datar.

Dari info yang Gala dapatkan dari Dio, Rafa memang sering datang ke panti asuhan. Selain karena rumah cowok itu dekat dengan panti asuhan, Rafa juga cukup akrab dengan anak-anak di panti asuhan ini. Rafa sering mengajak mereka bermain atau sekedar mentraktir mereka es krim.

"Kak Rafa ada di--"

"Kenapa?"

Gala dan Amora menoleh ke sumber suara. Rafa, cowok itu terlihat berdiri di ambang pintu sambil menggendong anak perempuan yang dulu sempat Gala beri permen lolipop sewaktu Drax mengadakan acara di panti asuhan ini.

"Lo nyari gue? Ada urusan apa?"

Rafa mendekat. Cowok itu menurunkan Starla dari gendongannya setelah memberitahu Starla agar masuk ke dalam karena dirinya ada urusan penting dengan temannya.

Tak mau banyak basa-basi, Gala langsung to the point. "Ngapain kemarin lo sok-sokan ngelindungin cewek gue? Sampai rela bohong biar dia gak dihukum. Apa maksud lo kaya gitu? Mau sok jadi pahlawan kesiangan buat cewek gue?"

Rafa terkekeh santai. "Cuma gara-gara itu lo sampai nyamperin gue ke sini?"

"Gak usah banyak bacot. Cukup jawab pertanyaan gue!" tekan Gala mulai emosi.

Rafa bersidekap dada. "Lo pikir aja sendiri. Mana ada cowok yang diem aja ngelihat cewek yang dia suka hampir dihukum."

"Maksud lo?!" Gala menarik kerah jaket Rafa.

Gala jelas sangat paham apa maksud Rafa. Akan tetapi Gala ingin memastikan kalau kali ini telinganya tidak salah dengar.

"Gue rasa telinga lo masih cukup berfungsi buat memahami ucapan gue barusan," balas Rafa menyingkirkan tangan Gala dari kerah jaketnya. "Kalo kedatangan lo ke sini cuma mau nyari ribut sama gue. Sorry gue gak minat."

Rafa menatap Gala sekilas lalu beralih menatap Amora yang sejak tadi hanya diam membisu menyaksikan perdebatan di antara mereka. "Masuk, Mor. Apa sih yang lo harepin dari cowok emosian kaya gini?"

Setelah mengucapkan kalimat menohok itu, Rafa berjalan meninggalkan keduanya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ia sama sekali tidak peduli bagaimana respon Gala ketika mendengar sindiran pedasnya barusan. Yang jelas Rafa hanya ingin jujur kalau dirinya memang mempunyai perasaan lebih pada Riri dan Rafa tidak takut pada Gala.

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang