30 END

2.3K 110 2
                                    

Haloo ini cerita part terakhir ya!
Setelah ini juga mau aku baikin di semua part, dan juga ini cerita ngga ku terbitkan kebuku atau nanti aja ku terbitkan soalnya masih Binggung gitu🙏🙏 jadi Mon maaf aja ya klo ada salah dari ketikan atau ada yang ngga nyambung sama cerita ARTHA ! ini dari awal sampe akhir Mon maaf aja ya nanti ku baikin lgi thks buat semuanya yang udah mau baca cerita pertama aku🙏.

***

" Setelah sekian lama ngga healing akhirnya healing juga " ucap caca sambil berjalan mengendong tas

" Seneng yah?, Maaf yaa baru kli ini kita jalan'nya " balas Artha sambil menggendong Via

" Iyya ngga papa sayang... ehh kita duduk di pinggir danau sana yuk " ajak Caca lalu di angguki oleh Artha

" Nene bubu.."

" bu.. via mau nenen, aus ya sayang? " Artha memberikan via ke tangan Caca

sambil duduk bersantai Caca dan Artha pun bercerita kepada via dri awal mereka bertemu sampai di titik ini...

dengan di barengi oleh Senda gurauan Artha kepada via...

" Ar... "

" Hmm apa syg?" Artha menatap Caca dengan lembut

" emm ngga nyangka yah kita bisa jadi suami istri gini... Terus juga udh punya via aja di sisi kita " ucap caca sambil tersenyum senyum

" iyaa ngga nyangka juga aku ketemu kmu terus juga kesampean bikin via " Artha menatap Caca Dengan lembut

" Idih.. masa itu doang yang di ingat!"

" Yaa terus apa lgi? Kan cuman kmu yang ada di pikiran aku sayang " gombal Artha yang membuat via langsung tersedak

" ehh gombalan ayah kmu jeleq yaa Ampe kmu tersedak gini " Caca mengambil tissue

" ngga... gombalan ayah tu yang paling bagus dan enak di hati " ucap Artha bangga

Caca tertawa saat setelah melihat raut wajah via yang menatap ayahnya... seperti kesal.

" Udh ketawanya nanti kmu tersedak "

" Yaa sapa jga yang bikin ketawa ya kan sayang ayahmu pandai mengombal saja " ejek Caca yang langsung di peluk oleh Artha

" Via coba liat tuh ada angsa sayang..." Artha menunjuk ke arah dua angsa yang sedang berenang di danau, dan langsung di lihat oleh via dan Caca.

" Eh Iyya ada angsa "

" Awas nanti kita di kejarr wkwk " Artha mengendong via seolah-olah sedang kabur

" eh ada anak angsanya juga yang..." Caca menarik lengan Artha dan langsung di lihat oleh Artha

" ehh Iyya angsanya punya keluarga kaya kita juga yah viaa... "

" lucu yah anak angsanya... pengen lihat lebih dekat Ar.." pujuk Caca sambil menarik lengan Artha

" Engga usah yang nanti di kejar gimana " elak Artha

" Ihh kan cuman liat engga nyagil angsanya, ayyo ayangg.. "

mau tak mau Artha pun mengikuti kemauan Caca dan langsung berjalan mendekati angsa yang berada di pinggir danau.

" ta ta ta... " Via menatap angsa putih tersebut dan ada rasa ingin memegangnya

" via mau pegang yang.." Artha menatap via yang sedang menatap angsa tersebut

" Jgn... Nanti kita di kejar induknya, liat aja ya via.. " ucap caca sambil mengelus kepala via

" dia keknya udah geram deh pengen pegang tu angsa "

" Jangan ihh nanti di kejar..." Rengek Artha sambil menarik lengan Caca

" Jangan maju nanti dia tau kita lgi liatin dia.."

" Jongkok sini ayang, vianya mau liat dri dekat "
Ajak Caca yang langsung di ikuti oleh Artha

" Was - was sayang..." ucap tegas Artha

" Iyya hehe, via.. liat anak angsanya lucu yah.."

" Ayang jgn di pegang' " ucap Artha yang mulai was - was

" Iyya engga pegang kok "

" Via jadi mau turun ayang kmu ajak gini " Artha mengendong via sambil melihatnya yang seperti ingin merangkak turun

" Ayang...induknya ngejar!!! " Teriak Caca yang langsung membuat Artha berdiri

" LARI YANGGG INDUKNYA NGEJARR!! " Artha menarik lengan Caca sambil berlari menjauhi tepi danau tersebut

" ARTHA AKU DI KEJARR !!! " teriak Caca kuat sambil menggenggam kuat tangan Artha

***







Hai hai haiii...
Sorry yahh up-nya agak lama terhalang oleh Hiatus hihi
Btw ini yang terakhir yahh makasih buat teman-teman yang udah baca sama vote cerita ini...🤗🤗🤗

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang