Prolog

144K 7.5K 357
                                    

Bandung, 1991.

"Rasanya mau mati saja."

Suara pelan wanita itu terdengar setelah jeritan panjang yang baru saja diteriakkannya. Jeritan yang awalnya terdengar menyayat memilukan namun akan memelan seketika. Seperti ada satu hal yang mewajibkannya bungkam.

Suara menyayat hati itu menelusup ke dalam tidurku setiap malam. Mimpikah ini?

"Iya, Bun. Iya," sahut seorang lelaki dengan tak kalah lirihnya. "Sabar ya, nanti Agil bangun."

Tanpa melihatpun aku tahu apa yang sedang terjadi di kamar sebelah. Lelaki itu sedang memeluk seorang wanita yang sedang merintih kesakitan, tanpa bisa melakukan apapun lagi. Bukan...mereka bukannya putus asa, tapi mereka tahu bahwa titik akhir perjuangan sudah siap menjumpai mereka. Mereka tahu pasti bahwa mereka akan menang sekaligus kalah dalam waktu bersamaan. Menang atas rasa kesakitan namun kalah untuk rasa kehilangan.

Suara itu berulang sekali lagi lewat rintihan yang lebih mengoyak hati. Bukan hanya lelaki itu, tapi aku pun hanya bisa menangis tanpa suara.

Hanya aku yang tahu, wanita itu menunjukkan kemenangan atas kesakitannya dengan menyambangiku setiap malam, melalui mimpi.

-oo0oo-

Jakarta, 2013.

"Rasanya mau mati saja."

Cuma itu kalimat yang kutahu. Hanya itu kalimat yang berulangkali kuucapkan. Dan hanya itu kalimat yang menyadarkanku akan perbedaanku dengan lelakiku. Dia sudah merasakan, sedangkan aku sangat ingin merasakan. Sangat ingin. Merasakan. Kematian.

Baru aku mengerti, bahwa rasa kehilangan bisa menarik kewarasan dari seseorang. Termasuk aku.

Hanyasatu hal yang membuatku bertahan, lelaki itu masih setia menyambangiku setiapmalam, melalui mimpi, cuma untuk bilang "Kamu harus bahagia, Ghea!"


Note:

Kalau nggak salah ini adalah draft kedua AIYC, hehehe. 

Ada beberapa hal yang berbeda untuk yang sudah pernah membaca.

Seperti pemberitahuan saya: AIYC akan saya publish ulang bertahap dari hari ini dan berujung pada vote kover baru. Cerita akan saya publish sampai tamat, kemudian dilakukan penghapusan menjelang terbit. Dan akan ada GA menarik saat vote kovernya :)

Kenapa kover baru? Karena banyak hal yang terjadi dan tak bisa saya ceritakan. Intinya, sekarang Agil dan Ghea dapat rumah yang saya impikan dari dulu. Dah gitu ajah :)

Anesthetized [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang