Dua murid dari masa depan terdampar di masa lalu.
Travis dan Scorpius harus meyakinkan ibu masa depan mereka bahwa undang-undang pernikahan itu benar-benar membawa perubahan besar untuk dunia sihir.
.
21.03.22
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Hermione kini meyakini satu hal. Bahwa kehidupannya tak akan sama seperti semestinya. Semua hal yang telah ia lakukan dengan ke-dua sahabatnya menjadi sia-sia.
Kenapa tidak? Selama bertahun-tahun dia berada disisi dimana ia memperjuangkan hak semua penyihir untuk hidup dan sekarang apa yang terjadi, dia terikat secara jiwa dan raga oleh penyihir gelap yang menjadi musuh abadinya. Itu hal yang bahkan tak pernah Hermione pikirkan dalam hidupnya. Jika saja didunia ini hanya ada Draco Malfoy dan Voldemort, hanya mereka laki-laki yang tersisa, Hermione lebih baik memilih menjadi perawan tua sampai akhir hayat nya.
Dia tak mau terikat dan memiliki hubungan dengan kedua laki-laki gila itu.
Draco Malfoy adalah prat sombong yang hanya bisa melakukan hal-hal menjijikan dengan uang yang dia miliki. Begitu sombong dan mempercayai bahwa dirinya lebih unggul dari siapapun di hadapannya.
Dan Voldemort. Dia adalah persoalan yang lain. Voldemort adalah creepy plonker dan noseless idiot yang membawa teror bagi semua orang dengan idiologi nya yang gila dan menjijikkan. Psychopath berdarah dingin yang tak segan untuk membunuh siapa saja yang menghalanginya. Penyihir gila yang memanggil dirinya The Dark Lord yang unggul daripada yang lain. Percaya bahwa semua muggle dan muggleborn tidak pantas menampakkan diri di dunia. Dan codger gila yang terobsesi dengan keabadian karena status pewaris Slytherin yang dimilikinya.
Hermione hanya perlu mengatakan satu hal tentang mereka berdua, yaitu menjijikkan.
Tapi apa daya jika ia disini secara sah menjadi istri keduanya. Istri musuh bebuyutannya yang menginginkan ia musnah dari dunia.
Perempuan itu merasa semakin gila setelah apa yang terjadi di aula besar. Semua orang saling berbisik dan menghindarinya setelah ia kembali dari suatu tempat yang ia tuju dengan Voldemort untuk berbicara. Hermione ketakutan. Kenapa tidak ada seseorang yang mau berdiri bersamanya? Hermione bahkan tak pernah mengira bahwa dirinya akan begitu sial.
Diancam akan dibunuh dan diberikan mimpi buruk dengan halusinasi gila setelah ia memberontak. Hermione tak bisa berbuat banyak hal selain mengiyakan apa yang dia mau.
"Tidak," kata Voldemort, "Kautidak. Kaumungkinmembencisiapaaku, tapitidakmembenciku." Voldemort menyeringai dan menatapnya, "Kaucukupcerdasuntukmemahamiperbedaannya."
"Kaujahat," kata Hermione terengah-engahsetelah Voldemort membawanyamelayangtinggitanpabantuanalatapapun, yang membuatnyamenangisketakutan dan inginmuntahkarenangeri.