one

4.6K 277 22
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

"Hi!"

Seluruh murid serta pengajar di aula besar itu terdiam. Benar-benar terdiam saat mendapati seorang pemuda sangat tampan dengan rambut hitam legam dan satu pemuda lain dengan rambut platina berdiri sambil melambai canggung dihadapan mereka. Seragam Slytherin dengan jas yang memiliki lambang ular itu tampak asing di mata semua orang.

Siapa mereka?

"Uhm, maafkan aku. Ini kecelakaan." Pemuda platina itu menatap sekelilingnya dan mendapati hawa mencekam disekitarnya. Itu membuatnya hampir terdiam sebelum menoleh pada beberapa Professor pengajar yang menatapnya dengan kernyitan.

"Tahun berapakah ini?" Dia masih bertanya. Benar-benar melihat bahwa sekitarnya bukan apa yang biasa ia lihat. Bahkan dari beberapa murid yang menatap tak percaya pada mereka. Itu sedikit canggung.

Pemuda lain dengan rambut hitam memutar bola matanya, "Aku yakin ini adalah tahun 90an. Kau lihat? Seragam mereka masih lama."

"Ah, aku menyadari itu sekarang." Pemuda platina mengangguk dengan ucapan teman di sebelahnya.

"Siapa kalian?" Professor Slughorn yang memang berjarak agak dekat dengan posisi keduanya pun memberanikan diri untuk bertanya. Terlebih saat melihat wajah atau aura yang agak familiar dari salah satu pemuda itu.

"Maafkan kami, Professor. Ada sedikit kecelakaan dengan mantra saat kami melakukan tes apparate dan -"

"Itu bukan kecelakaan. Kita sengaja dikirim ke masa lalu."

"Bisakah kau diam? Mummy akan marah jika tau hal ini."

"Yah, aku yakin dia hanya bingung." Ujarnya sambil menunjuk deretan meja Gryffindor dengan dagunya. Yang membuat pemuda platina itu menatap langsung pada deretan Gryffindor dan mendapati ibu masa depan mereka menatap dengan manik bulat hazelnya.

"Oh Lord."

"Anak-anak, ikuti aku ke ruang kepala sekolah sekarang juga." Professor McGonagall masih sama, pikir keduanya. Tegas dan sedikit kaku. Mereka berdeham sebentar sebelum mengikuti kepala sekolah keluar dari aula besar yang mana di sepanjang jalan disekitar meja asrama, semua murid menatap mereka dengan sedikit kekaguman dan kebingungan.

.

"Aku yakin mereka dari masa depan." Ginny berbisik pada Hermione saat melihat dua pemuda itu berjalan keluar sambil melirik ke arah mereka.

"Seperti kau yakin-"

"Aku sangat yakin. Apakah kalian tidak mendengar tadi mereka menanyakan tahun berapa ini?" Hermione mengangguk dengan ucapan Ginny yang agak kaku sambil menatap saudara laki-lakinya yang masih keukeuh dengan apa yang ia lihat.

"Jika memang itu benar, siapa penyihir bodoh dengan rambut putih seperti itu selain Malfoy." Ron mendengus mengatakan itu.

"Ya, salah satunya agak mirip Malfoy- ah tidak, sangat mirip Malfoy. Dan satunya lagi aku seperti pernah melihatnya, tapi aku tak yakin dimana, agak mirip dengan seseorang yang mungkin ku kenal," Harry tampak berpikir sambil menatap pemuda dengan surai hitam yang baru keluar dari aula.

love is the same as weakness ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang