51. BERBOHONG

35.6K 3.2K 579
                                    

51. Berbohong

Setelah ini gue stop up Alya dan Yudha dulu karena fokus namatin cerita ERLANGGA. Btw nih cerita lagi dikit tamat.

Typo? Komenin aja

Jan lupa vote dan komennya

Lanjuttt ...

...

"Aku udah sampai," ucap Erlan untuk seseorang disebrang sana.

Erlangga berjalan dengan santai, menyeret koper dan menyelusuri apartemen dimana tempat ini memang sudah ditentukan oleh Alvan.

"Iya, bentar lagi sampai kamarnya. Yaudah kamu istirahat gih. Nanti aku kabarin lagi."

Sambungan panggilan suara diputus. Erlan memasukkan benda pipih itu dikantong hoodienya lalu menatap lekat pintu apart dengan nomor yang tepat diberi tahu oleh Alvan. Pria itu membuka pintu apart lalu menatap cengo kearah dua orang yang berada disana.

"E-eh, Hai?" sapa orang yang sedang terduduk di sofa.

Erlan jadi kikuk sendiri. "Hai."

"Anaknya pak Alvan ya?" Erlangga meringis. Ia kira orang yang ia jumpai adalah orang asing. Ternyata masih satu negara.

"Iya. Lo siapa?"

Erlangga mulai memasuki apartemen tersebut. Menatap pria yang wajahnya memang blasteran. Pria itu berdiri lalu menunjukkan kamar paling ujung.

"Kamar lo disana. Disebelah kamar lo ada kamar gue," ucapnya memberi tahu.

"Oh ya, gue Erick, karyawan pak Alvan. Gue disini ditugasin pak Alvan buat mantau dan ngelatih lo," ucap pria yang diketahui namanya Erick. Erlan mengangguk cepat.

Tangannya terulur membuka masker. "Terus, yang itu siapa?" tanya Erlan mengarah pada gadis yang sedang tertidur di sofa.

"O-oh, itu pacar gue. Jessica."

Erlangga manggut-manggut saja. Ia bisa tebak jika pacar Erick memang wanita asal negara sini. Bisa dilihat saja dari wajah yang memang asing dan rambut pirang yang menjadi ciri khasnya. Erlan pamit lalu meninggalkan dua orang itu.

...

Saat ini di ruangan kerja Alvan tengah terjadi keributan. Erlangga sendiri tidak terima karena dirinya terasa seperti orang yang dibodohi. Pria itu ingin mengamuk dan Naya--mamanya berusahnya menahan anak lelakinya itu.

"Itu namanya papa bohongin Erlan!" sentak Erlangga berteriak.

"Erlan, jaga bicara kamu," peringat Naya.

Alvan menggeleng lalu mengedikkan bahu. "Papa tidak bermaksud seperti itu El. Papa masih mikirin kehidupan kamu sama Nayla. Jika papa beri tahu keadaan Alya dirumah oma, mungkin kalian bisa kerepotan ikut mengurus adik kamu itu."

Erlangga berdecak. "Erlan sama sekali gak keberatan kalau Alya ikut sama El."

Semua ini berawal ketika Erlangga menanyakan keberadaan sang adik tercinta namun semua itu malah terjadi keributan disaat Alvan menjawab bahwa Alya berada di Indonesia. Why? Alya telah mengalami kecelakaan. Hal itu sungguh membuat Erlan emosi.

"Intinya papa bohongin Erlan!"

"Iya, itu semua demi kamu."

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang