50. TAKE OFF

26.4K 3K 484
                                    

50. Take off

Update yg ini dulu ya? Gantian🙂

Jangan pada emosiann weee. Gw klo bikin cerita konflikny gak besar² bgt kok. Sanss

Typo? Komen aja

Lanjut...

...

Sejak kejadian tadi malam dan hingga pagi ini, Nayla terus terdiam. Erlan berusaha mengajaknya berbicara, merayu akan membelikan apa yang diminta Nayla. Apapaun itu. Namun, Nayla masih saja, berdiam diri.

"Nay, aku juga nggak mau pisah sama kamu. Tapi ini terpaksa demi aku, kamu dan anak kita nanti. Emang kamu mau punya suami pengangguran?"

Nayla memejamkan mata, sedari tadi ia hanya bisa mendengar penjelasan dari pak suami. Its okay. Nayla paham, tapi rasanya begitu berat untuk berpisah selama tiga bulan.

"Nay ayolah manfaatin seharian ini. Besok aku udah berangkat." Terpaksa Nayla mendongak dengan mata yang berkaca-kaca.

Ah, menggemaskan. Apa Erlan sanggup meninggalkan istri tercantiknya ini.

"Mau apa?" tanya Erlan.

Setelah menanyakan apa yang diinginkan Nayla, cewek itu mulai menjawabnya satu persatu dan Erlangga siap mencatatnya. Pria itu sudah siap membuka aplikasi catatan pada handphonenya dan mengetik apa yang di pinta sang istri.

Keinginan Nayla
1. Bahan Masakan.
2. Susu ibu hamil.
3. Makanan ringan yang banyak.
4. Buah-buahan.
5. Kulkas harus full makanan dan buah.
6. Batagor, siomay, seblak, bakso, sate, rujak, boba, es buah, es campur.
7. Beli makanan buat Erlan juga biar ada camilan disana.

"Ada lagi?" tanya Erlan.

Nayla nampak berfikir lalu menggeleng. "Skincare nggak?" tawar pria itu. Nayla tetap menggeleng. Yasudah, ternyata hal penting itu tidak dipentingkan oleh Nayla.

Selesai dengan itu, Nayla dan Erlangga bergegas ke Rumah sakit terlebih dulu untuk memeriksa kehamilan Nayla. Setelahnya, mereka berdua langsung menuju mall dan membeli apa yang di perlukan.

Sesampainya di rumah ternyata hari sudah sore saja, tak terasa beberapa jam lagi ia akan berpisah dengan sang suami. Nayla sesenggukan saat menyeruput bobanya. Hal itu membuat Erlan bingung antara memilih tertawa atau ikut sedih.

Bisa-bisanya Nayla menangis sambil minum boba.

"Kamu udah packing?" tanya Nayla. Erlan menggeleng.

Decakan pelan terdengar dari bibir istrinya. Nayla bangkit menuju kamar disusul Erlan yang bergegas. Cewek itu berusaha mengambil koper diatas lemari yang tinggi membuat Erlan langsung mengambil alih dan menurunkan kotak tersebut.

"Perlu aku sewain asisten gak buat kamu? Selama tiga bulan aja, kalau kamu mau." Nayla menggeleng.

Tangan cewek itu mulai mengeluarkan satu persatu pakaian Erlangga. Tidak semuanya hanya yang Erlan bilang 'mau bawa' saja. Sementara pria itu tengah mengotak atik ponsel, berusaha menghubungi Devian, Rima, Ziva dan Kenzo agar segera ke rumahnya.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang