𝐁𝐚𝐛 𝟎𝟎 - 𝐏𝐫𝐨𝐥𝐨𝐠

22K 741 25
                                        

𝐓𝐡𝐞 𝐁𝐨𝐝𝐲𝐠𝐮𝐚𝐫𝐝

~~

"Kin, perkenalkan dia adalah Porsche. Dia Bodyguard baru yang Daddy pekerjakan untuk melindungi dirimu."

Kin menatap Ayahnya sejenak, lalu beralih ke Porsche. "Huh.." Kin menghela nafasnya. "Sudah aku katakan jika aku tidak mau bukan, Daddy? Lalu kenapa Daddy masih mencarikan ku Bodyguard?!"

"Kau tidak bisa menolaknya, Kin. Ini keinginan Daddy, dan Daddy tidak menerima penolakan."

"Aku tidak mau, Daddy." tolak Kin dengan nada yang dingin. "Daddy.. Aku tidak ingin ada korban lagi, dan aku tidak ingin ada nyawa yang hilang hanya karena diriku." Kin berdiri dari duduknya. "Sebaiknya biarkan dia pergi, aku yakin masa depannya masih panjang. Jangan biarkan dia menyia-nyiakan masa depannya hanya untuk melindungi ku, Daddy."

Kin pergi meninggalkan Ayahnya, dan pria yang akan menjadi Bodyguard barunya, Porsche. Ia pergi dari ruangan tengah Mansion mewah sang Ayah, karena ia tidak ingin terus di paksa menerima Bodyguard baru yang di pekerjakan oleh Ayahnya. Ia tidak mau melihat orang-orang yang mencoba melindungi dirinya tewas hanya karena dirinya. Kin tidak ingin lagi. Maka ia dengan tegas menolak Bodyguard baru itu, dan memilih pergi dari sana sebelum Ayahnya terus memaksa dirinya untuk menerima.

Melihat kepergian Kin, Max Ayah Kin hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar karena putra kesayangan nya itu terus saja menolak keinginannya. Ia memijit keningnya yang berdenyut akibat penolakan Kin, dan menatap Porsche yang sedari tadi hanya diam di posisi nya.

"Ada apa? Kenapa kau hanya diam?"

"Ssttt.." Porsche memberi isyarat kepada tuan Max untuk diam. "Ada yang tidak beres, tuan."

"Huh? Apa maksudmu?"

"Kemana putra anda pergi?"

"Dia keluar Mansion, sepertinya dia akan kembali ke kediaman nya."

"Apa?! Oh, shit!" Porsche mengumpat.

Porsche langsung berlari ke arah pintu keluar, setelah mendengar jika Kin keluar dari dalam Mansion tuan Max. Porsche berlari dengan sangat kencang untuk menghampiri Kin yang saat ini sudah berada di depan pintu Mansion. Saat dirinya hampir mencapai Kin yang berada di depan pintu, Porsche langsung menatap tembok besar di Mansion mewah tersebut, dan ber lompat menangkap tubuh Kin agar tiarap.

Dor..

1 tembakan kuat berhasil di luncurkan ke arah Kin, dan Porsche berhasil melindunginya. Semua orang pun terkejut, para penjaga Mansion dengan sigap berlarian ke arah pintu Mansion setelah mendengar suara tembakan yang cukup kuat. Dalam posisi melindungi Kin, Porsche mengambil sikap siaga dan menatap ke sekeliling halaman Mansion, serta tembok besar yang mengelilingi Mansion tersebut. Di pasti sudah aman, Porsche langsung melepaskan Kin, dan membantunya berdiri setelah tiarap tadi.

"Tuan, anda tidak apa?"

"Kin!" teriak tuan Max, dan langsung berlari menghampiri Kin. Wajahnya terlihat begitu panik, "Kin, kau tidak apa sayang? Apa yang terluka, huh?"

"Aku tidak apa, Dadd. Daddy tidak perlu khawatir."

"Ya Tuhan, syukurlah.." tuan Max membawa Kin ke dalam pelukannya, namun beberapa menit kemudian ia melepaskan pelukannya dan menatap Porsche. "Bagaimana kau bisa tau jika ada yang tidak beres disini?" tuan Max bertanya.

Kin juga ikut menatap Porsche yang masih diam, tak menjawab pertanyaan tuan Max. Merasa di intimidasi oleh tuan Max, dan Kin. Porsche merasa tersudut, ia binggung harus menjelaskan semuanya dari mana dulu. Ia juga takut jika tuan Max tidak percaya dengan ucapannya. Tapi, jika ia hanya diam saja dan tidak menjawab. Tuan Max pasti akan berpikir yang tidak-tidak kepada Porsche.

"Tuan, sebenarnya.." jeda sebentar. "Huft.. Sebenarnya aku sudah curiga sejak awal datang ke Mansion anda, tuan. Pertama, Mansion ini begitu luas. Tapi tidak ada penjaga di halaman Mansion ini."

Kin, dan tuan Max menatap ke sekeliling halaman Mansion. Dan benar saja, tidak ada penjaga disana. Padahal, seluruh Mansion di keliling oleh penjaga yang sangat banyak. Tapi, kenapa setelah kejadian tembakan barusan, semua penjaga baru bermunculan menghampiri mereka semua.

"Benar, dimana para penjaga?" tanya tuan Max.

"Tuan! Tuan!" salah 1 penjaga berlari ke arah tuan Max, dan berteriak.

"Ada apa?"

"Tuan, kami para penjaga belakang Mansion menemukan 1 tumpukan mayat penjaga di taman belakang."

"Apa?!" tuan Max menatap Porsche.

"Kedua, aku bisa mendengarkan suara sekecil apa pun itu. Mungkin.. Itu adalah bakat alami ku sejak kecil, dan saat aku berlari mengejar tuan muda Kin. Aku mendengar suara pistol yang sedang di tarik pelatuknya, dan aku mencari dimana sumber suara itu. Dan saat aku melihatnya, ternyata pistol itu sudah mengarah ke arah tuan muda Kin, dan siap untuk menembaknya." jelas Porsche.

Tuan Max bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Porsche. Ia kira Porsche adalah pengkhianat, atau mata-mata yang sengaja di kirim untuk membunuh putranya. Tapi ternyata ia salah, Porsche bukan mata-mata musuh dan ia rasa ia tidak salah memilih Porsche sebagai pelindung putra kesayangan nya, Kin.

"Huh, kau lihat Kin? Dia sangat cocok untuk melindungi dirimu."

"Tapi Daddy.."

"Tidak ada tapi-tapian, Kin. Daddy tidak menerima penolakanmu." menatap Porsche, dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman. "Porsche, kau di terima. Senang bekerjasama denganmu, dan aku mohon jaga putraku dengan baik."

Porsche dengan semangat membalas jabatan tangan tuan Max, "Terimakasih, tuan. Terimakasih sudah mempercayai saya untuk tugas ini."

"Good, sekarang kau sudah bisa mulai bekerja."

"Baik, sekali lagi terimakasih."

Melihat semua ini sepertinya tidak ada cara lagi untuk menolak keinginan sang Ayah, tuan Max. Kin harus menerima Porsche sebagai Bodyguard nya, dan ia hanya bisa berharap semoga kejadian selama ini tidak akan menimpa Porsche karena ia telah melindungi Kin dari musuh-musuh keluarga nya.

~~

Hai, aku bawa cerita baru nih.. Huhuhu.. Jujurly sebenarnya aku udah simpan cerita ini di akun lama ku lama banget, dari awal triller Kinporsche the series yang pertama keluar, tapi aku simpan terus karena seriesnya juga tak tayang-tayang. Dan sekarang sudah fiks, bakal tayang 2 april nanti, so.. Aku up deh, mayan untuk menghalu sebelum tayang. Yekan? Wkwkwk..

TBC.

𝐓𝐇𝐄 𝐁𝐎𝐃𝐘𝐆𝐔𝐀𝐑𝐃 || 𝐌𝐈𝐋𝐄𝐀𝐏𝐎 {𝐄𝐍𝐃}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang