Für Elise

391 12 1
                                    

Mengalun pelan dalam mata yang terpejam.
Ciptakan harmoni yang mengiringi irama sendu.
Lembut dan mempesona bersatu dalam balutan lemah gemulai jari sang beethoven.
Seperti cinta yang berawal dalam diam, menghanyutkan siapapun yang menyelaminya.
Hingga pusara ombak menelan keseluruhan jiwa.
Mengumpulkan bingkai-bingkai nada untuk setiap syair cinta.
Lelaki itu pernah berkali-kali jatuh cinta mendamba penuh hara.
Menjadikan untaian not-not tak bernada sebagai pesan sang pujangga.

Terpisahkan oleh prahara perbedaan kasta.
Hingga pias para jemari menari diatas tuts-tuts piano usang.
Merekam setiap kesedihan karena kehilangan.

Wanita impian dalam dekapan.
Pergi sebelum usai penyatuan.
Hingga rajutan indah terurai liar.
Tinggalkan jejak dalam diam, teralun indah dalam pesakitan.
Sayatan nada menggema kepenjuru lorong istana.
Beethoven akankah kau simpan duka laramu dalam sebuah syair bernama cinta?
Kau tumpahkan seluruh amarah dan rasa sakitmu dalam setiap harmoni.
Namun ada cinta membara terselip bersamanya.

Lantunan Dalam BaitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang