49. TAMU

36.8K 3.8K 512
                                    

49. Tamu

Udah berapa bulan kena ghosting? Bentar deh keknya.

Ada typo? Komenin aja

Lanjuttt

...

"Gimana? Bisa sleep call gak?"

Erlangga mengubah raut wajahnya seolah-olah tengah mual. Itu bukanlah panggilan suara melainkan voice note yang dikirim oleh Gio ke istrinya. Sedangkan Nayla sudah terkikik, melihat sikap Gio yang seperti itu bisa saja membuatnya ilfeel seketika.

"Suara biasa aja pengen ngajak sleep call. Merusak gendang telinga," ucap Erlan lalu mengetikkan pesan untuk membalas Gio.

Gio Kakel

Anda
Kak, Nayla udah punya suami

Canda ga sih?

Bener✌

"Ish batu banget jadi orang!" sentak Erlan.

Nayla mendatarkan wajah, kenapa malah suaminya yang sibuk membalas pesan dari Gio. Tinggal blok apa susahnya? Apa Erlangga masih menikmati untuk menjaili seseorang disebrang sana.

"Blokir aja by," suruh Nayla.

Erlan menggeleng cepat. "Dia masih belum paham Nay. Kalo dibiarin, nanti kak Gio malah ngejar-ngejar kamu. Aku gak mau!"

Seminggu dari kejadian itu,nyatanya Erlan dan Gio masih saja chatingan meskipun Gio tetap tak mau mempercayai bahwa Erlan dan Nayla sudah menikah dan Erlangga terus memberi  tahu. Entah tercipta dari apa Gio itu. Manusia batu.

Mengingat kejadian seminggu lalu, Nayla siap membersihkan rumah. Karena mbak Jia mengatakan bahwa ia akan kerumah ini minggu depan. Berarti hari ini kan?

Erlangga memperhatikan Nayla yang sudah menyelesaikan pekerjaan rumah. Pria itu ikut mendudukkan diri di sofa sambil menatap Nayla yang masih asik melihat televisi. "Tumben nggak liat upin-ipin?" tanya Erlan saat melihat tayangan di televisi yang Nayla lihat.

"Pengen liat patrick." Erlan mengangguk.

"Patrick warnanya bagus ya El? Pink! Aku suka," ucap Nayla lagi.

"Hm. Punya kamu aja pink, aku suka." Nayla menoleh kearah suaminya karena pria itu baru saja mengatakan sesuatu namun pelan sekali.

"Bilang apa tadi?" tanya Nayla. Erlangga menggeleng cepat. 

Tangan Erlan terulur menaikkan kaos yang Nayla kenakan membuat perut yang sedikit membuncit itu tertampak jelas. Erlangga mengelusnya pelan lalu mendekatkan wajahnya disana dan mengecup perut Nayla berulang kali hingga istrinya cekikikan karena merasa geli. 

"Gak pengen apa-apa lagi by?" tanya Erlan.

Nayla nampak berfikir. "Kamu pelit."

Wajah Erlan cengo. Pelit apanya. Padahal Nayla belum mengajukan apa yang ia inginkan. "Emang lagi pengen apa hm?"

"Anak kucing yang dibawa sama Icha seminggu yang lalu. Harus yang kek gitu. Warnanya, motif warnanya, wajahnya sama ukurannya. Harus sama kek punya Icha." Erlan mengusap wajah kasar.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang