48. KOMPLEKS SEBELAH

91.2K 5.6K 1K
                                    

48. Komplek Sebelah

Mau ghosting lagi yaaa, sibuk bangett🙂

Typo? Komenin aja

Lanjut...

...

Sebagai istri yang baik, tepatnya dipagi hari Nayla sudah siap bertempur dengan peralatan dapur. Memasak dan berlanjut membersihkan rumah. Tenang saja, Erlan selalu ikut membantu istrinya. Jika Nayla memasak maka Erlan yang akan mencuci piringnya nanti dan jika Nayla mencuci baju maka Erlan yang dapat giliran untuk menjemurnya.

Entah itu akan bertahan dalam waktu lama atau sementara bahkan selang seling karena Erlan harus disibukkan dengan kuliahnya dan berlanjut pelatihan mengurus pekerjaan papanya. Sebut saja magang di cabang kantor milik Alvan yang ada di Indonesia.

"El, pengen jalan-jalan mumpung masih pagi. Hari minggu juga," ajak Nayla.

Piring sudah selesai dicuci, Erlan menatap Nayla yang sudah siap memakai celana training dan sweater merah muda tak lupa rambut yang dikuncir kuda. Benar saja, masih pukul 06:36. Erlan mengangguk setuju.

"Mau kemana?" tanya Erlan.

"Kompleks sebelah aja gimana? Kemarin ada temen yang nge-dm aku di IG. Katanya rumahnya dia di Kompleks sebelah," jelas Nayla.

"Teman? Cewek atau cowok?" tanya Erlangga meneliti wajah Nayla.

"Cewek dong." Setelah mengatakan itu, Erlan jadi tenang.

Saat ini mereka sudah berada di depan rumah dan bersiap berjalan santai mengelilingi kompleks tak lupa singgah ke rumah teman yang dimaksud Nayla. Tenang, jaraknya tak terlalu jauh, makanya Erlan setuju jika Nayla mengajaknya berjalan kaki.

"Itu orangnya El," tunjuk Nayla.

Wanita dengan rambut pendek sebahu mendekat kearah Nayla. Kondisinya sama, wanita itu juga sedang jalan santai. Sangat pas.

Erlan menatap lekat Nayla. Apa Nayla tak salah menunjuk orang. Please! Erlan kira teman Nayla itu seumuran dengannya. Ternyata teman yang dimaksud Nayla adalah ibu-ibu kompleks.

"Pagi mbak Jia," sapa Nayla ramah.

Wanita dengan bedak berlapis itu tersenyum ramah. "Pagi juga Nayla. Wah ternyata yang asli lebih cantik ya? Mau nggak kalau mbak jodohin sama keponakannya mbak? Seumuran kok sama kamu."

Erlangga berdehem sekerasnya. Padahal cuaca pagi ini mendung dan sepertinya akan hujan tapi entah kenapa rasanya begitu panas. Ini sih bukan kebakar lagi tapi sudah gosong.

"Eh, maaf sebelumnya. Nayla sudah nikah mbak," ujar Nayla.

Wajah Jia menjadi cengo saat mendengar itu. Yah telat! Padahal keponakannya tampan juga loh. "Kenalin ini suaminya Nayla namanya Erlangga." Nayla merangkul lengan Erlan, memperkenalkan suaminya ke mbak Jia.

"Iya tampan sih, sama kok seperti keponakan saya. Gak beda jauh."

Erlangga gosong ditempatnya. Ini nih, namanya juga tetangga, mulut dan omongannya sudah ngalahin pedasnya lombok setengah kilo.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang