47. LULUS

62.8K 4.5K 305
                                    

47. Lulus

Tutorial biar bisa gabut dong. Gue capek sibuk terus:)

Ada typo? Komenin aja

Lanjuttt...

...

Pagi-pagi sekali Nayla disibukkan dengan Erlan yang tak ada benarnya memakai dasi. Padahal hari ini termasuk hari spesial karena akan ada acara dimana para murid kelas XII disambut meriah berhasil meluluskan pembelajaran Sekolah yang telah ia hadapi tiga tahun belakangan.

"Makanya kalau Sekolah tuh dibiasain pake dasi. Giliran kek gini kesusahan kan," omel Nayla.

Erlan hanya menunjukkan cengirannya menatap lekat Nayla yang membenarkan dasi yang ia pakai. Setelah selesai Nayla kembali mendudukkan diri dikursi depan meja rias dan kembali memoles wajahnya.

Bagi Erlan saat melihat Nayla seperti ini mengingatkan pernikahannya waktu itu. Nayla berpenampilan cantik dengan kebaya yang dipakainya. Selesai dengan liptint model ombre, Nayla bangkit lalu membalikkan tubuh menghadap Erlan.

"Sarapan dulu ya? Habis itu kita ke Sekolah."

...

Acara dimulai sejak jam 08:00 pagi tadi. Semua berjalan dengan lancar dan tak ada halangan sedikit pun. Acara pembuka, penyambutan, pengumuman penghargaan dan kelulusan hingga hiburan sangat dinikmati para wali murid, Guru dan siswa siswi itu sendiri.

Meskipun orang tua Nayla dan Erlangga tak ada disini namun dengan berbaik hati bu Layla menghubungi orang tua mereka berdua via panggilan video sehingga diwaktu pemakaian topi kelulusan, orang tua mereka bisa melihat keadaan anaknya dan mengucapkan selamat.

"...yang kami, para guru harapkan kalian tetap menjadi anak yang baik dan sopan santun dimanapun kalian berada. Sebagai perwakilan para guru lainnya, saya ucapkan selamat atas kelulusan kalian. Angkatan tahun ini dinyatakan lulus semua."

Seluruh kelas XII bersorak senang. Sesuatu yang amat mereka semua harapkan adalah lembaran yang berisikan tulisan 'LULUS' dan ucapan kelulusan langsung dari kepala Sekolah. Semuanya menjadi kenyataan. Usaha selama dua belas tahun belajar yang tak sia-sia.

"BUK LAYLAAA!!!" teriak Alan menggelegar membuat suara riuh sebelumnya menjadi senyap.

Seluruh siswa siswi menatap ke panggung dimana Alanio sudah berdiri dihadapan microfon. Sejak kapan anak XII IPS 3 itu melarikan diri kesana. Bu Layla dengan alis cetar membahana bangkit dari duduk karena merasa namanya dipanggil.

"Pak kepsek, saya izin buat foto-foto dulu ya," ucap Alan.

Pak kepala Sekolah tersenyum senang sambil mengangguk.

"WOYYY ANAK IPS MAJU SINI, FOTO DULU KITA. ANAK IPA BELAKANGAN AJE," teriak Alan melengking dihadapan microfon. Seluruh anak IPA kelas XII mendatarkan wajahnya.

Padahal sedikit lagi berpisah kenapa anak IPS suka sekali membuat ulah. Dengan panggung yang berukuran luas, seluruh anak IPS 1 sampai IPS 5 menaiki panggung tersebut tak lupa dengan bu Layla yang menjabat sebagai wali kelas XII IPS 2 dan beberapa guru lainnya.

"Untuk Haikal kelas XII IPA 1, tolong fotoin dulu ya?"

Seseorang yang namanya disebutkan oleh Alan berdiri sambil memasang raut wajah yang kesal. Haikal maju menuju panggung lalu mengambil camera digital dari tangan Alan.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang