32 | Ngidam Pertama

117K 14.8K 2.1K
                                    

[ Happy reading ]






Entah pikiran apa yang membuat perempuan itu sulit untuk tertidur, padahal Zea sudah mencoba memejamkan matanya. Tapi tetap saja ia masih belum bisa tertidur.

Zea beranjak dari tempat tidurnya, perempuan itu kembali uring-uringan tidak jelas.

"Kenapa belum tidur?" tanya laki-laki yang baru saja terbangun, sontak suara itu membuat Zea langsung menoleh.

"Gak bisa tidur."

Althan mendekat kearah istrinya, dan langsung memeluk tubuh Zea dengan sangat erat.

Zea melepaskan pelukan Althan perlahan, membuat laki-laki itu berdecak kesal. "Kenapa sih?"

Wajah perempuan itu tampak terlihat murung mendengar suara Althan yang cukup tinggi.

Karna tak ada jawaban sama sekali dari istrinya, Althan kembali mencoba memeluk Zea. "Kenapa, hm?"

"A—aku mau keluar sebentar ya?"

Althan mengerutkan dahinya bingung. "Mau ngapain, sayang?" tanyanya selembut mungkin.

Zea mengigit bibir bawahnya. "M—mau beli martabak." balasnya, perempuan itu sedang membayangkan bagaimana enaknya rasa makanan itu.

Althan menggeleng. "Besok aja yah, besok aku beliin sama gerobaknya!"

Perempuan itu memanyunkan bibirnya. "Aku ngidamnya sekarang Althan, bukan besok!"

"Besok aja ya? Besok aku janji beliin yang banyak buat kamu!" laki-laki itu berusaha membujuk.

"Aku maunya sekarang!" kekeuh Zea.

"Kalo kamu gak mau, yaudah biar aku aja yang beli!" perempuan itu melepas paksa pelukan Althan.

Althan menghembuskan nafas kasar. "Oke-oke, kamu tunggu di rumah aja. Biar aku yang beli." ujar cowok itu mengalah.

Zea tersenyum senang dengan cepat perempuan itu mengangguk. "Aku mau yang rasa coklat!"

Althan mengangguk. "Iya, sayang."

Sedetik kemudian perempuan itu kembali berbicara. "Tapi dalemnya keju bukan coklat!"

Althan menghela nafas panjang. "Tinggal bilang rasa keju aja Zea, apa susah nya sih?"

Zea mencubit lengan Althan pelan. "Ih, bukan Althan. Aku mau yang rasa coklat tapi dalemnya keju!"

Cowok itu mengusap wajahnya frustasi. "Itu namanya rasa keju, sayang."

"Rasa coklat tapi dalemnya keju!"

Oke Althan mengalah saja, padahal sudah jelas-jelas yang Zea maksud itu rasa keju.

☆☆☆☆


Setelah pulang sekolah tadi, Althan tak langsung pulang kerumahnya. Cowok itu malah pergi kekantor terlebih dahulu.

Sedangkan Zea dan Elgara sudah berada di rumah, tentu saja Althan yang mengantar mereka pulang. Sebelum laki-laki itu berangkat kekantor tadi.

ALTHAN: Best Papa ! [ TERBIT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang