44. KELUAR 2++

112K 5.6K 217
                                    

44. Keluar 2++

Masih 18+ belum 21+
Inget 21+ ada di part 46. Spoiler dikit nih gue🌚

Ada typo? Komenin aja.

Lanjut...

...

"Ahh! Erlan stop!"

Erlangga sama sekali tak menghentikan kegiatannya. Dalam keadaan Erlan yang sedang mengukung Nayla dan kedua manusia itu sama-sama telah naked. Tidak! Hanya Nayla yang naked dan Erlan hanya memakai celana sepaha saja. Terlebih jari dari Erlangga terlihat asik bermain di milik cewek itu hingga membuat Nayla mendesah.

"Hh..stop?" tanya Erlan sengaja menjaili Nayla. Bahkan jarinya masih keluar masuk di vagina yang sudah becek sedari tadi itu.

Nayla mengangguk cepat dan lagi-lagi mendesah karena jari Erlan semakin bergerak cepat mengocok vaginanya. "Ahh..hhh..El, emhh..cepetin sayang." 

Matanya terpejam menikmati gerakan jari Erlangga. Nayla mengeratkan tangannya yang mencengkram sebelah pergelangan tangan Erlan. Pria itu merendah lalu mencium hidung Nayla sehingga cewek itu kembali membuka mata. Melihat keadaan yang menyegarkan mata, dimana Erlan nampak sexy dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya.

"Engh..Erlan, pengen keluar," rengek Nayla. Erlangga mengangguk. Namun kejadian itu terulang lagi.

Erlangga sengaja menghentikan gerakan jarinya membuat nafsu yang sudah memuncak, di jatuhkan begitu saja. Ini yang kedua kalinya Erlan sengaja menjaili Nayla. Please, padahal hampir sampai.

"Hiks..by ih, please! I wanna cum," mohon Nayla disertai tangisannya. Karena Erlan sangat mengujinya dari tadi.

"Pengen?" tanya Erlan. Nayla mengangguk.

Erlangga mendekatkan wajahnya dengan wajah Nayla lalu melumat sebentar bibir yang nampak menggemaskan itu. Jari Erlan kembali bergerak dan pria itu terus menatap lekat wajah Nayla. Sungguh! Seseorang yang ditatap itu menjadi salting sendiri dan Nayla tak bisa menahan desahannya lagi.

"Ahh! jangan liatin aku, engh..kayak gitu Elhh." Pria itu tersenyum nakal dan semakin menambah kecepatan gerakan pada jarinya.

Tubuh cewek itu semakin menekan kearah bawah tak tahan merasakan geli akibat tangan Erlan. Tangan cewek itu juga berpindah dan diletakkan di pundak Erlangga bersama cengkraman yang terus menguat kala Erlan memasukkan dua jarinya lebih dalam.

"Awhh! Erlan terushh..enghh by, pengen keluar. Please..pengen keluar shh.."

Erlangga mengangguk. Kali ini ia membiarkan Nayla mendapatkan puncaknya. Cengkraman cewek itu menguat pada pundak Erlan, bahkan desahannya semakin terdengar keras. Tubuh Nayla tersentak bersamaan dengan tubuhnya yang langsung membusung.

"Akhhh! Erlan, keluar enghh!"

Sesuatu terasa mengaliri vagina Nayla. Pria itu tersenyum nakal lalu menunjukkan dua jarinya yang terlihat basah akibat cairan orgasme ke arah Nayla. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, cewek itu menggeplak pundak Erlan.

"Hh..jahat banget sih, padahal pengen keluarnya dari tadi."

"Tapi udah kan? Enak?" Nayla mengangguk dengan pertanyaan Erlangga.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang