26 BABY ARTHA

5.1K 187 21
                                    

Mendengar suara suster dari arah pintu persalinan, Artha langsung memasuki rungan dan di ikuti oleh suster yang menutup pintunya

Caca POV

Dengan rasa sakit yang menghantam perutnya dan sedikit demi sedikit merasa di area bawahnya mengeluarkan air ketubannya

" Dok..." Caca menatap dokter yang masih memeriksa dirinya

" Dok ketubannya sudah pecah " ucap suster di samping dokter

" Apa ada pendamping??"

" Syaa dok!!" Artha menatap dokter dan suster disana

" Sayang..." Panggil Caca dengan suara lemahnya

" Knp sayang?sakit ya?,maaf ya " Artha mengelus surai Caca dengan lembut

" Knp lama??" Caca berbicara sambil mengeluarkan tangisannya

" Syutt udah udah jangan nangis ya sayang nanti kmu boleh marah sama aku tapi sekarang fokus buat persalinan anak kita ya " Artha memeluk Caca yang terbaring di damkar

" ( Untung kmu datang sayang...) "

Caca end POV

***

Beberapa jam persalinan Caca di pindah kan keruangan rawat inap diikuti Artha yang menggendong anaknya

" Ar kasih gua bentar Napa " Naya menatap Artha yang masih sibuk dengan anaknya

" Pelit banget cuk " Dimas menatap Artha yang tidak menghiraukan ucapannya

" Kasian mangkanya cepetan anak lu keluar " ucap Kino yang duduk di samping Esson

" Klo bisa gua Paksa sekarang juga bisa " Naya menatap Kino kesal

" Oh "

" Ngomong lgi gua kecup lu kin "

" Dih najis "

" Klo mau debat silahkan di luar saja " ucap Artha Tiba-tiba sambil menatap Kino dan Dimas sekilas

" Yaelah mentang' anaknya lahir langsung lupa kita "

" Diam kin " lirik Esson kepada Kino

" Ca pengen gendong juga " Naya mendekat kearah Caca yang duduk dengan tenang

" Minta ke bapaknya Sono jangan ke gua " Caca menunjuk Artha

" Pelit banget Ar " sinis Naya

" Biarin kan anak gua " ejek Artha kepada Naya

" Dih "

" Eh ca tadi gua denger lu keknya lagi marahin Artha ya?" Ucap Kino menatap Caca

" Kepo!!"

" Ciee di omelin!" Setelah berbicara Kino berlari keluar ruangan dengan cepat karena sudah di lirik tajam Artha

***

" Sayang nama Baby kita siapa?" Artha mengelus pipi Caca dengan lembut

" Ya kamu cari lah kan itu anak kamu " balas Caca

" Eh iya mama ngga kesini?, Katanya mau liat cucu?"

" Mama ngga bisa kesini katanya disana lgi banyak kerjaan " Artha menarik pinggang Caca

" Em mama juga ngga bisa kesini karna ikut papa berangkat "

" Syang "

" Sayang.."

" Emh??" Caca menatap kedua mata Artha dengan sinis

" Cium..."

" Ngga ah Bauu " Caca memundurkan kepalanya

" Ihh tega banget " Artha menatap Caca dengan cemberut

" Biarin mending kmu mandi sana " ucap Caca yang langsung meraih hpnya di atas nakas

" Sayang..."

" Ngga ada sayang' MANDI!!!" Caca melototi Artha yang masih menatapnya

" Nanti peluk ya?" Artha berjalan ke kamar mandi

" Hmm..."

Setelah dua menit mandi Artha membuka sedikit pintu

" Yang... Handuknya " teriak Artha dari pintu kamar mandi

Caca berjalan mengambil handuknya di dalam tas lalu berjalan memberikan handuk tersebut ke Artha dengan was was

" Yang deketin dikit " ucap Artha yang pura'

" Jangan main' deh Ar!, Gua tau maksud lu " Caca melempar handuknya ke sembarang tempat setelah itu kembali duduk di atas ranjang

" Astaga gini amat punya istri " Artha mengambil handuknya tersebut lalu menatap Caca sekilas

" Apa? Mau marah??"

" Mana ada mau marah orang aku sayang kamu "

" Ndas mu "

" Malam Caca "

" Eh Naya ngapain kerumah sakit?" Caca memeluk Naya

" Kangen elu eh iya anak lu dimana pen gendong" Naya menatap ranjang yang di isi oleh baby Caca

" Kangen gua apa anak gua?"

" Itu di masih bobo "

" Ihh pen gendong tapi nanti Artha ada " Naya menatap Caca sedih

" Biarin dia bangun dulu " ucap Caca menatap Naya yang lucu karena tidak dapat mengendong baby-nya

" Anak gua ngga usah di gendong " ucap Artha tiba' yang berdiri di belakang Naya

" Yaelah belom aja gua gendong "

" Ngga ada elu tunggu aja anak lu lahir " Artha melihat Naya sinis

" Pelit bat laki lu ca "

" HAHAHA "




HALOO APA KABAR MAAF YA JARANG UP BIASANYA UPNYA CEPET INI LAMA SOALNYA LAGI SIBUK SCHOOL

HAPPY READING TEMAN-TEMAN 😍😍
JANGAN LUPA VOTENYA!!

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang