41. PANAS - PANAS

77.3K 5.9K 598
                                    

41. Panas-panas

Ada yg ngalamin demam, trus flu sama batuk ga sih👀 lagi musim kek nya.

Typo? Komenin aja.

Ini gue ngetik cerita itu lebih nyaman pake bahasa yg biasanya disebut gitu. Kek gini misalnya : (kalau jadi kalo)
Jadi maaf kalo kek gitu ya, udah enakan versi yg itu soalnya.

Yaudah lanjut. Meskipun gue jarang up, gue ttep ngelanjutin nih cerita. Santai aja

...

Kali ini, sungguh sulit untuk diberi keringanan. Karena jika dilihat-lihat bentukan Nayla sangat menggoda seseorang yang tengah duduk santai di kursi belajar. Ya, Erlangga yang sedang duduk melihat Nayla yang tertidur. Tidak! Lebih tepatnya Nayla sedang melihat galeri di hape Erlangga dimana ada banyak foto-fotonya.

"Ih by! Ini aku jelek banget astaga," sentak Nayla langsung membalik layar handphone menunjukkan dimana ada wajahnya disana. Layar handphone itu memperlihatkan foto dimana wajah damai Nayla ketika tertidur.

Apanya jelek? Dari kecil hingga seusia seperti ini, Erlangga tak pernah mendapati ekspresi Nayla yang disebut jelek. Bahkan disaat Nayla memaksakan untuk berekspresi jelek, jatuhnya malah menggemaskan. "Imut," koreksi Erlan tak setuju atas opini Nayla.

"Ih tapi pipi aku bulet banget." Nayla kembali memandangi fotonya lagi.

"Kan emang bulet, yang dua itu juga bulet," ucap Erlan namun diakhir kalimat suaranya menjadi lirih. Apa daya, Nayla masih mendengarnya.

"Dua? Apaan?" tanya Nayla dengan wajah mengintimidasi.

Sesi tebak-tebakan dibuka. Ada yang bisa memberikan jawaban untuk Nayla?

Erlangga menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Entah kenapa cuaca siang ini sangat panas. Pria itu balik badan untuk mengambil remot ac dan menyalakan penyejuk ruangan tersebut. Bahkan Erlan sudah melepas bajunya dari tadi. Pria itu hanya mengenakan celana sepaha.

"Panas banget ya by?" tanya Erlan mengalihkan pembicaraan awal. Nayla sih hanya manggut-manggut saja sambil melihat fotonya lagi.

Sangking panasnya membuat Nayla bangkit. Cewek itu menuju jendela kamar, Erlan berdehem lalu menghentikan pergerakan istrinya. "Mau ngapain?"

Nayla menunjuk jendela kamar yang masih tertutup beserta gordennya. "Katanya panas, mau aku buka jendelanya." Erlan berdecak.

"Ac-nya udah nyala, gak usah buka jendela." Astaga! Nayla loading sendiri jadinya.

Cewek itu menyengir ditempatnya lalu kembali mendekat kearah ranjang. Sebelum tubuh itu terbaring lagi, Erlan lebih dulu memanggil Nayla. "Pake baju dulu sayang," suruh Erlangga.

Melihat Nayla yang hanya menggunakan tanktop dan tak mengenakan bra serta hanya rok pendek atas lutut itu sungguh mengujinya dari tadi. "Udah tau panas, malah disuruh pake baju. Ini udah pake loh by." Tangan cewek itu menarik tali tanktop menunjukkan kalau dirinya masih memakai penutup tubuh.

"Nay, tujuh minggu terasa lama banget ya?" Nayla paham dengan pertanyaan seperti itu. Padahal Erlan baru melewatinya selama seminggu. Apa? Pria itu mau menyerah.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang