25 PERSALINAN

5.7K 222 16
                                    

Esson bejalan gelisah karena melihat Wajah Caca yang pucat, sendari tadi ia selalu menelpon Artha namun laki-laki tersebut tidak mengangkatnya sama sekali pun

" Kita ke rumah sakit aja mau ngga?" Tanya Naya kepada Caca yang masih duduk santai

" Udah ngga usah panik, lgian cuman pucat doang " Caca menatap Naya dan yang lainnya dengan raut wajah biasa

" Itu pucat banget ca masa iya lu ngga ngerasa sakit atau gimana gitu?" Wajah Kino berkeringat dingin takut karena terjadi apa apa pada Caca

" Terus juga kita yang jaga takutnya Artha marah ke kita gimana?" Timpal Dimas mengelus perut Naya

" Sakitnya dikit kek pen berak, So jangan panik kawan " Caca masih melanjutkan mengelus perutnya

" nanti klo sakit beneran bilang ke kita takutnya entar anak lu keluar " ucap Esson yang langsung di angguki Caca

Ting...

Mendengar bunyi notif,Esson buru-buru membuka hpnya dan terpampang nama Artha yang membalas chatnya

" Hlo Ar lu kapan pulang?" Tanya Esson

" Sorry ngga bisa pulang dulu soalnya masih ada urusan, klo Caca masih pucat bawa aja ke RS " balas Artha dari sebrang telp

" Disini ngga ada sinyal jadi ngga masuk' pesan lu"

" Pulang aja deh soalnya Caca ngga mau di bawa ke RS, gua takut dia knp' "

" Hallo!"

" Hallo Ar!!" Esson menatap layar hpnya yang tampak sambungan terputus

Semakin khawatir terhadap Artha Esson menelpon seseorang yang ia suruh untuk mengikuti Artha

" Ada gerak-gerik apa?" Ucap Esson setelah telp di angkat

" Geza menampakkan dirinya di apart "

" Artha??"

" Artha udah megang berkasnya dan juga gua udah kasih tau ke dia klo Geza ada Disini "

" Artha tau elu ngikutin dia?" Esson memijit pelipisnya sambil mendengar perkataan dari orang tersebut

" Tau!,dan Sekarang gua di suruh pantau di apart tempat Geza "

" Pantau aja nanti klo ada apa' kabarin ke gua!" Ucap Esson yang hendak mematikan telpnya

" Nanti malam Artha pulang!!" Ucap seseorang tersebut mendadak yang membuat Esson berhenti mematikan telpnya

" Gua barusan telpan sama dia?"

" Sorry.." setelah berkata ia menutup telp sepihak yang membuat Esson langsung kesal

Esson meremas hpnya ia masih Binggung di tambah kesal karena perkataan suruhannya tersebut

***

" Nay...sakit banget perut akuu " Caca meremas lengan Naya

" Tahan dulu ca tahan ya sebentar lagi nyampe di RS kita " Naya menatap Caca dengan khawatir  sendari tadi ia menahan sakit perutnya

Saat sampai di halaman rumah sakit Esson menendang pintu mobil dengan kuat lalu mengendong Caca dengan cepat memasuki rumah sakit,dengan bercampur khawatir ia berlari meneriaki suster dengan kuat

" Son.. sakitt..." Caca memeluk lengan Esson dengan kuat sambil berbaring di atas damkar

" Maaf untuk keluarganya untuk menunggu di luar " suster tersebut  menutup pintu persalinan setelah berbicara

" Ck Artha kemana lagi!" Esson menatap ponselnya dengan kesal

" Hati-hati Naya " ucap Esson melihat Naya berlari pelan kearahnya

" Dimana Caca??" Naya memegang lengan Esson dengan kuat dengan wajah paniknya

" Dia di dalam, tenang nay lu lagi hamil " Esson membantu Naya duduk di kursi

" Dimana Dimas sama Kino?" Tanya Esson sambil melihat ke arah Naya

" Masih di luar "

" Apa ada kabar sma Artha?, Istrinya Disini lgi butuh dia loh " Naya merebut hp Esson dengan cepat

" Percuma nay belum di balas sama sekali " Esson menatap kearah pintu persalinan

" Gimana?" Dimas dan Kino berlari kearah Esson dan Naya

" Masih dalam pemeriksaan "

" Son ada yang mau gua tanya sama lu,ikut gua!" Dimas berjalan pergi meninggalkan Naya dan Kino di depan ruang persalinan

" Mau nanya ap?" Esson menatap Dimas dengan binggung

" Ada yang lu sembunyikan dari gua?" Dimas membalas tatapan dari Esson yang masih binggung

" Ngga ada "

" Jujur aja!"

Esson menghela nafas dalam-dalam lalu ia menatap Dimas dengan serius

" Artha tau Geza sekarang merencanakan sebuah rencana dan itu terkait Caca.... Artha pasti tidak mau klo Caca jadi bahan balasan dendam Geza,dia kesana buat halangin semua rencana dia "

" Lalu? Sekarang dia tidak memikirkan bahwa Caca membutuhkan dirinya Sekarang?" Dimas mengusap wajahnya kasar

" Guas sudah mengatakan kepadanya klo caca udah ada tanda',tapi dia malah ngotot untuk pergi "

" Dimana Caca!?"

Esson dan Dimas sontak menatap kearah suara tersebut dengan terkejut

" Ar?"

" Dia di dalam di ruang persalinan!" Ucap Esson yang langsung mendorong Artha

Dengan cepat Artha berlari memasuki rumah sakit setelah di dorong oleh Esson

" Artha?" Naya berdiri menatap Artha yang hendak memasuki ruangan persalinan

" Ar!" Kino menarik lengan Artha dengan kuat

" Knp?" Artha menatap Kino sinis

" Suami belum di izinkan memasuki ruangan " ucap Kino sambil melepas cengkraman tangannya

" Kau kemana saja?, Hingga baru datang sekarang?" Ucap Naya kuat sambil menatap Artha dengan emosi

" Kau tidak perlu tau "

" Untuk suami Pasien harap memasuki ruangan "

Selamat membaca 🤗

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang