28. Bawa Kabur?

163K 18.7K 10.5K
                                    

Hai bestie, gimana kabarnya setelah aku gak update selama dua hari? 😱👍🏻😵🥵😩😳🤯❌🤘🤍🐣🐸🖕🖐🏻😿🙀😽🎃🦶👣🤙🥰😘🤑🤩🥳😎🤓🧐🥳💕💝💘💖💗🛐🩹🍅🌚🤩🤑😱😱

Btw, chapter ini aku ketik sampai 4700+++ kata, hampir 5000 kata, semoga puas ya, karena kayanya ini chapter terpanjang dari chapter sebelum-sebelumnya😤💘

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pulang."

"Pulang!" ulang Gala menarik tangan Riri.

"PULANG GUE BILANG!"

Riri menatap Gala dengan mata berkaca-kaca. Ia berharap, Danis, abangnya yang tadi izin ke kamar mandi itu segera kembali.

Namun harapan Riri hanya sia-sia. Karena sampai detik ini, Danis belum juga menampakkan batang hidungnya. Membuat Riri takut sekaligus cemas. Takut karena saat ini dirinya sedang berada di salah satu kafe dekat rumahnya yang suasananya cukup ramai dan cemas karena tidak mau terjadi hal-hal di luar dugaan seperti, terjadi keributan antara Gala dan Danis nantinya.

"Gala kenapa sih suka marah-marah?! Riri gak suka!" balas Riri setengah berteriak. Riri menghempaskan tangan Gala setelah berusaha mati-matian mengumpulkan keberanian untuk melawan Gala.

Gadis itu juga mencoba untuk biasa saja meski sebenarnya merasa kurang nyaman. Karena kini, orang-orang memerhatikan ke arah mereka sembari saling berbisik satu sama lain.

Sedangkan Gala, cowok itu tetap menatap Riri dengan tatapan yang tidak berubah sedari awal. Datar dan penuh kilatan amarah.

"Lo cewek gue! Gue berhak nyuruh lo pulang!" tekan Gala.

"Tapi Riri lagi main sama Bang Danis! Bang Danis itu abangnya Riri! Emangnya Riri salah kalo keluar sama Bang Danis?!" bantah Riri menggebu-gebu.

Riri sedikit mendorong tubuh Gala hingga cekalan tangan cowok itu sedikit mengendur. "Gala pulang aja! Katanya Gala gak mau peduli sama Riri? Kenapa sekarang ikut campur?!"

"Bacot!"

Tanpa basa-basi lagi, Gala kembali menarik pergelangan tangan Riri. Kali ini tarikan Gala lebih kuat, hingga Riri tidak bisa melawan sedikitpun.

"Gala! Riri gak mau!"

"Riri gak mau!"

"Riri gak--" Riri mengatupkan bibirnya rapat-rapat, kala orang-orang menatapnya dengan tatapan aneh.

Sesampainya di parkiran mobil, Riri kembali berusaha untuk pergi dari Gala.

"Masuk!" titah Gala sambil menatap Riri tajam.

BUCINABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang