24 CALON DEBAY

6.9K 169 16
                                    

𖠿 ANAK EDAN

Arthaloafs𖠿 : @Esson𖠿 besok gua ada urusan bisa kerumah ngga?

Esson𖠿 : okay!,btw anak lu mau keluar masa iya engga ada elu?

Bcilkino𖠿 : @Dimas𖠿 dim keluar loo!

Esson𖠿 : apa lgi nih bocah🙄

Dimas𖠿 :@Bcilkino𖠿 apa sih

Arthaloafs𖠿 : @Esson𖠿 kan belum ada tanda' lagian katanya Minggu ini keluarnya Sekarang baru aja hari apa

Esson𖠿 : owh.. nanti pas elu ngga ada di dekat Caca dia keluar

Bcilkino𖠿 : bacot banget dim,@Arthaloafs𖠿 tolong urus Dimas dari tadi gua di telp Mulu Anjir

Arthaloafs𖠿 : sya sedang dalam masa memeluk istri!

Dimas𖠿 : buka blok kinoo!!

Bcilkino𖠿 : siapa suruh lu goda gua,maaf sya bukan gay bang

Dimas𖠿 : dihh di katain gay sama bocil

Dimas𖠿 : maju lu @Bcilkino𖠿

Esson𖠿 : otw baku hantam rumah lu berdua @Dimas𖠿 @Bcilkino𖠿

Artha memeluk Caca yang sedang mengelus rambutnya, bunyi notifikasi dari hp Artha membuat Caca menatapnya terus menerus

" Maaf sayang itu kelakuan Dimas sama Kino " Artha mengambil hpnya lalu memperlihatkannya pada Caca

" Mereka knp?" Tanya Caca menatap Artha dengan binggung

" Hmm biasa klo mereka ketemu " Artha meletakkan kembali hpnya lalu kembali berbaring di paha Caca

" Sayang pengen batagor boleh?" Caca menatap Artha yang berbaring di pahanya

" Malam gini?"

" Iyya!" Angguk Caca dengan cepat

" Klo malam pasti dah tutup yang " Artha duduk menatap Caca

" Aiii pengen sekarang sayang " rengek caca sambil memegang tangan Artha

" Hmm liat dulu nanti kaya kemarin ngga ada yang buka sama sekali " Artha berjalan memakai jaketnya lalu beranjak berjalan keluar kamar

" Cepet yang!!" Teriak Caca dengan kuat

Setelah Berjam jam menunggu Artha membawa batagor Caca berjalan ke bawah dengan cepat karena yang di tunggu tak kunjung datang

" Yahh hujan.." Caca melihat hujan dari jendela dengan rasa khawatir Caca pun menelpon Artha

" Kok ngga di angkat?" Caca terus menerus menelpon Artha

" Ihh bikin khawatir "

Caca menatap keluar jendela lalu melihat seseorang berlari memasuki teras rumah dengan basah kuyup

" Artha.." panggil Caca yang langsung membuka pintu

" Ya ampun... Kmu kok berlari ngga bawa motor ya?" Caca menutup pintu setelah Caca masuk ke dalam

" Ngga pakek motor tadi aku telp Esson terus bilang klo kmu mau batagor jadi aku nyuruh dia buat cari mamang batagor gitu biar dia kesini " Artha memberikan batagor tersebut ke tangan Caca

" Sana mandi dulu nanti kmu pilek "

" Oke sayang " Artha berlari menaiki tangga dengan cepat

Caca melihat batagor di dalam plastik tersebut tapi ia malah melihat air hujan di lantai yang kotor,bekas injakan kaki Artha

" Artha!!!!"

***

" Bro titip Caca ya gua pergi bentar mungkin sore gua pulang " Artha memakai helm sambil berbicara ke Esson

" Tenang aja gua jagain bini lu ntar gua ikat pakek tali anjing di lehernya " Ucap Esson santai sambil menatap Caca

" ANJ!!" Artha menatap Esson dengan tajam

" Canda canda jangan anggap seirus lah bro "

" Kalau beneran lu ntar yang gua tunggangin " Artha menaiki motor sportnya lalu menatap Caca dengan senyum

" Aku pergi dulu ya sayang "

" Iya hati-hati " Caca memeluk Artha lalu mudur lagi

" Ingat klo Esson apa-apain kmu, nanti kmu telp aja aku " Artha menunjuk Esson dengan tajam

" Dihh "

" Hahaha sudah sana pergi nanti telat "

" Iyya bye sayang " Artha menjalankan motornya keluar area rumahnya

" Ngga ngomong i love you gitu?" Esson masih menatap Artha yang pergi

" Palak lu aja i love you " Caca berjalan memasuki rumah sambil mengelus perutnya yang besar

" Gua ngomong pakek mulut yang di salahin palak gua " Esson menutup pintunya lalu berjalan mengikuti Caca

" Caca... Ini gua buat kue nih cobain pliss " Naya memberikan Caca sepiring kue yang ia buat

" Keknya enak nih " Caca memakan sesendok kue tersebut

" Enak ngga?" Naya menatap Caca dengan gugup

" Enak lah manis malah " Caca memeluk Naya dengan lembut

" Tuh kan enak sayang udah aku bilang apapun yang kamu buat pasti enak " ucap Dimas yang masih memakan kue Naya

" Gua ngga percaya kata-kata lu!"

" Dulu Naya sama Caca kasar terus juga dingin knp pas bunting mulutnya yang dulu ilang ya?" Kino menatap Caca dan Naya bergantian

" Caca lagi kenyang 9 bulan klo Naya 6 bulan " Esson menepuk bahu Kino dengan lembut

" Awokawok rasain "

Caca dan Naya menatap Kino dengan tajam dengan sendok dan garpu di tangan mereka

" Keknya lu mau di pukul deh cil " Dimas melihat sekilas Kino lalu melanjutkan makan kuenya

" Ehh..."









Hiii Jan lupa vote 🥰🥰
Btw maaf klo upnya lama




ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang