prolog

35.8K 1K 20

"Amel nggak mau Ma!! pokoknya Amel nggak mau titik nggak pake koma"teriakku frustasi menatap mama sebal.

"Amel sayang!! jangan gitu donk, kamu nggak punya pilihan lain selain 'Iyain keinginan mama nak"sela papa kalem dan menatapku frustasi.

kuacak rambutku gemes dan menatap kedua orangtuaku memelas "ma, pa, Amel baru aja ulang tahun ke 17, masak Amel harus nikah sih pa? Amel masih ingin ngejar cita-cita Amel ma, pa"

"kamu kan juga bisa ngejar cita-cita kamu meski sudah nikah Amel, nggak usah lebay deh kamu"kata bang Arka memandangku sebal.

"abang bisa bicara gitu karena bukan abang yang di suruh nikah"bentakku sebal.

"jaga intonasi suara kamu Amel"peringati papa.

kuhembuskan nafas lelah dan menatap gelas yang kosong di depan dengan frustasi. demi tuhan aku masih 17 tahun, ini bukan zaman siti nurbaya!! lagian mereka yang buat janji kenapa harus aku yang naggung?? orang tua macam apa mereka?? ya ampun, bisa di kutuk aku kalau mereka tau aku menjelekan mereka di dalam hati.

"tuan, tamu yang anda tunggu sudah datang"kata bibik yang di jawab anggukan sama papa.

kutenggelamkan kepalaku semakin dalam masih menggerutu dalam hati,

pasti yang di jodohin sama aku itu om-om yang sudah tua dan kepalanya botak . hiiii amit-ait deh, kalau itu sampai terjadi bunuh aku di sini sekarang.

"Amel"panggil papa membuyarkan lamunanku.

kuangkat kepala dan melihat orang yang menatapku tak percaya. begitu juga aku.

bumi gonjang-ganjing, sumpah demi apa dia yang di jodohin sama aku? oh tuhaaaannnn ini namanya musibah bukan anugerah.

Young WifeBaca cerita ini secara GRATIS!