22 BERULAH

5.5K 154 8
                                    

" Ar nanti kita ke mall sebentar mau ngga?" Caca menatap Artha yang sedang mengemudi mobil

" Boleh!kmu mau beli apa?" Balas Artha sambil tersenyum menatap Caca

" Ar aku boleh ikut ngga?" Kia menatap Artha dari kaca

" Kia tinggal aja deh,dari tadi nyantel Mulu "

" Kan juga pengen ikut ca " kia menatap Caca dengan lemah

" Jangan sok polos kia!!" Caca memutar badannya ke belakang lalu menunjuk wajah kia dengan dingin

" Ya serah kamu lah "

***

" Mau yang ini " Caca menunjuk sebuah baju hamil yang terpajang di kaca sambil berbicara dengan cepat

" Ayyo beli " Artha mengikuti Caca memasuki toko baju tersebut

0855xxxxx

aku butuh bantuan mu!

Benarkah?
Berapapun aku kirim

Baiklah katakan lah
( Voice message )

Segera di laksanakan 👍

" Kia apa kmu tidak lelah berdiri terus?" Caca menatap kia dengan kasihan

" Ah iya aku sendari tadi menunggu Klian " kia berjalan mendekati Caca dan Artha

" Ayyo pulang sudah mau malam " ajak Artha lalu merangkul pinggang Caca

" Ya..."
"( Aku pikir Artha akan menunggu kepulangan ku )" kia menatap Artha dan Caca dengan iri dan langsung berjalan mengikuti mereka

" Habis dari sini tidak mau apa' lgi?" Tanya Artha yang memasang sabuk pengaman pada Caca

" Tidak ada lagi " geleng Caca membuat Artha langsung mengelus rambut Caca

" Kia apa kmu tidak ingin sesuatu?" Caca melirik kia dengan dingin

" Tidak ada!"

" Baiklah itupun lebih bagus " ucap Caca yang langsung tersenyum manis ke arah Artha

***

" Uhh capek Ar!" Caca langsung berlari menaiki ranjang

" Sayang..kita mandi dulu ya " Artha menarik lengan Caca pelan

" Capek Ar kaki tangan pegel " keluh Caca yang langsung di gendong Artha

" Nanti setelah mandi aku pijit "

" Aaakkkkk!!, Kebiasaan "

" Gosok dulu badanya "

" Tidakkkk aku tidak mau dasar mesum!!"

" Aku tidak akan melakukan itu sayang "

" Jika mengingkar akan ku jahit mulut mu"

" Iya iya terserah kmu "

" Dasar!! "

" Mana yang pegel?"

" Kaki!"

" Pijit?"

" ( Mereka melakukannya lagi huh! Dasar wanita murah! " Kia berdiri di pintu kamar dan mendengar Pertengkaran Caca dan Artha di dalam kamar mandi lalu berjalan ke luar kamar dengan pelan

Setelah keluar kamar, kia Membuka layar hpnya lalu menelpon seseorang

" Kak aku ingin berbicara padamu besok!"

" Jangan menghindar!! Akan aku share lock "

Kia mematikan telp lalu bergegas memasuki kamar dengan cepat

" Dasar Caca sampah!!"

***
" Kia ingin kemana?, Rapi sekali " Caca melihat kia yang ingin berjalan keluar rumah

" Aku ingin makan di luar " balas kia dingin laku berjalan meninggalkan Caca

" Dasar! Padahal hari ini Artha mau berbicara sesuatu padanya " Caca berjalan ke arah dapur dengan pelan sambil melipat kedua tangannya

" Ada apa?" Ucap seorang laki laki yang duduk di hadapannya

" Artha mencampakkan diriku!" Kia menunduk berpura pura sedih

" Iya iyalah kan dia udah punya istri kia!" Laki laki tersebut menyundul kepala kia mengunakan jarinya dengan kuat

" Kau dengar ini!, Artha sudah berumah tangga dan dia tidak ada rasa sama sekali dengan dirimh seharusnya kamu sadar kia kakak tidak ingin nanti Artha akan menjadi benci ke kakak!"

" Kak! Apa kamu tidak membelaku?" Kia menatap kakak laki-lakinya tersebut dengan dingin

" sadar lah kia...sadar!!!"

" Kak aku ini masih sayang sama Artha bukan minta nasihat baik dari kakak!" Bentak kia sambil menatap laki laki tersebut

" Ah aku lelah dengan masalah ini seharusnya kamu yang sudah dewasa sudah bisa berpikir lebih jernih!"

" Kakak tidak kasihan dengan diriku?" Kia menatap laki laki yang di depannya dengan wajah yang menyedihkan

" Bagaimanapun bujukanmu aku tidak tertarik sama sekali dan!!! Ingat jika kamu melakukan sesuatu yang menyakiti Caca dan Artha.... Aku tidak akan menganggap dirimu lagi seorang adik!" Ucapnya lalu berdiri membereskan pakaian

" Kak dico sangat jahat pada kia hiks.." kia mengelap air matanya yang hampir jatuh saat mendengar perkataan tajam dico

" Itu akibatnya jika kamu masih berulah, sudah pulang lah " dico meninggalkan kia berdiri menatapnya sambil menangis

" Aku masih mencintai Artha tapi aku tidak boleh egois hiks.."

Drrttt...drrttt

0855xxxxx

Aku sudah melakukanya Sekarang dirinya ada di rumah sakit besar

                                Dia sudah keguguran?

Masih dalam tahap pemeriksaan

                   Yakini jika ia sudah keguguran

Dico baru saja menelpon ku


Jangan lupa vote and comment🤩🥰

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang