1. What's the prob?

13 5 4
                                    

Di sepanjang jalan koridor mereka terdiam masih menerka-nerka, apa yang terjadi barusan? kenapa Luna menatap mata Eja begitu intens? itu terlalu tiba-tiba, Luna tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Atau jangan-jangan Luna menyukai Eja?

Jatuh cinta pada pandangan pertama?

Tapi apakah semudah itu?

Ahh sudahlah, tidak peduli

"Gue ke kelas duluan ya byee" Abel, "Oh iya, Eja lo ikutin si Luna aja" Lalu Abel tersenyum kepada mereka berdua.

"Oh oke, Thanks ya Bell"

"Sip, hati-hati lo berdua"

Mereka menggangguk lalu melanjutkan perjalanan nya, hanya tinggal menaiki tangga.

Tidak ada yang berbicara.

Suasana berubah menjadi canggung.

Eja berdehem mencairkan suasana.

"Gua boleh tanya?"

"Tanya aja" Luna. Dia tidak menoleh kearah Eja.

"Gua aneh kah dimata lu?"

Luna terdiam, lalu tertawa kecil.

Jelas Eja bingung, dia bertanya kepada Luna tapi kenapa Luna tertawa? apakah ini lucu?

"Ada yang lucu?"

"Bukan nya gue yang aneh dimata lo?"

-oOo-

"Oh dia anak baru yang di omongin anak sekelas, lumayan anjir manaan sekelas lagi aduhh"

Cece. Sahabatnya Luna sekaligus teman sebangku nya.

"Ko bisa bareng sama lo?"

"Abel yang nitipin ke gue"

"Anjrit, wihhh mantep lo sama dia aja ege"

"Lebih cocok gue sama Jeno ga si?"

"Ga"

Ting!

Ponsel Luna berdering lantas ia mengambil di saku rok nya.

Dari Abel.

Abel

jangan galak-galak jadi orang
06.45

siapa? gue? gue baik jing
06.45

eja ngadu ke gue kalo lo galakin dia
06.45

kapan? ada bukti?
06.46

/send a picture/
06.46

gajelas
06.46

Luna mematikan ponsel nya. Ia menaruhnya kembali di saku rok.

Sialan! apa maksud Eja ngadu ke Abel? Padahal Luna baik tidak suka gigit orang.

Ahh jika kalian menanyakan darimana Eja mendapatkan nomor ponsel Abel, jawaban nya Abel ketua osis dia diperintahkan oleh kepala sekolah untuk mengantar Eja ke ruang kelasnya lalu Abel memberikan nomor ponselnya jika sewaktu waktu Eja membutuhkan dirinya.

serendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang