26. Ingkar Janji?

175K 21.1K 13.5K
                                    

Kenapa suka bucinable?

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ARRRRGGGHHHHH!!!!"

Gala mengacak rambutnya frustasi mengingat ucapan Agam tadi sore.

"Semua keputusan ada di tangan lo. Gue cuma ngasih saran dan pilihan."

Mendudukkan diri di tepi ranjang, Gala menutup wajahnya menggunakan kedua tangan. Saat ini, ia sedang dilanda rasa dilema. Tidak tahu harus mengambil keputusan yang seperti apa.

"Kenapa sih ribet banget?! Padahal ini simpel. Bang Agam aja yang ngebuat semua jadi ribet, ck!"

"Astaga, gue ada janji sama bocil buat ke rumahnya malem ini. Kalo gak gue tepatin, bisa jadi kuda lumping tuh bocil."

Gala segera bersiap-siap kala mengingat janjinya pada Riri untuk datang ke rumah gadis itu malam ini. Tak banyak yang Gala lakukan, ia hanya mandi, mengganti pakaian, lalu menyambar kunci mobilnya.

"Mau kemana?"

Gala berhenti. Ia menatap terkejut pada Agam yang tiba-tiba berdiri di ruang tengah. Entah sejak kapan sepupunya itu ada di sana lagi setelah tadi pamit buru-buru pulang karena ada keperluan lain. Yang jelas setelah Gala keluar dari kamar, Agam sudah ada. Berdiri dengan tangan bersidekap dada.

"Ngapelin cewek gue lah. Emangnya lo, udah bangkotan tapi gak punya pacar."

Agam mendengus kasar. "Gue masih 25 tahun. Bukan 65 Tahun."

"Sama aja. Muka lo kaya kakek-kakek peyot."

Agam berdecak. Menghadapi Gala memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Cowok itu pandai sekali kalau disuruh berucap kata-kata pedas.

"Bentar." Agam menarik lengan Gala karena cowok itu ingin pergi begitu saja. "Gue belum selesai bicara. Kebiasaan main pergi aja. Gak sopan."

Gala mengibaskan cekalan tangan Agam sembari menatap Agam jengah. "Apa lagi, Bang?!"

"Gue mau ngajak lo makan malem di rumah. Bokap sama nyokap mau bicara sama lo."

Gala terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab. "Sampaiin maaf ke Om sama Tante, malem ini gue gak bisa."

"Kenapa?"

"Lo budek, Bang? Kan tadi gue bilang mau ke cewek gue. Lagian salah lo sendiri, ngajak dadakan. Lo pikir gue gak ada kepentingan lain apa."

"Oke kalo gak bisa sekarang," angguk Agam mengalah. Agam sedang malas berdebat dengan Gala yang keras kepala. "Besok malem. Gimana?"

"Ya," Gala mengangguk malas. "Kalo inget tapi."

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang