39. KESIANGAN

64.2K 5.3K 360
                                    

39. Kesiangan

Double up spesial malming+ada info sedikit dibawah.

Malming pada kemana nih😗

Ada typo? Komenin aja.

Lanjut....

...

Erlan mendelik kala mendengar apa yang sedang diminta Nayla. What! Mangga! Pagi-pagi begini yang dipinta mangga, tentunya Erlan langsung menggeleng.

"Kamu aja belum makan, yang dipinta malah mangga. Ini masih pagi banget loh Nay, dimana coba mau cari toko buah," jelas Erlan.

Nayla langsung mencubit lengan Erlan. "Mau mangga," paksanya lagi.

"Iya, tapi dimana carinya?" Erlan menanyakan hal itu supaya Nayla terjebak namun jawaban dari Nayla membuat Erlan ingin menghilang saja dari bumi.

"Didepan rumah ada pohon mangga kan?"

"Masih pagi banget by," ucap Erlan.

Cewek itu terus menggeleng dengan wajah yang memohon.

"Keknya pohon mangganya belum berbuah deh," ucap Erlan sambil memainkan alisnya.

"Ish, makanya liat dulu." Malah Nayla yang lebih ngegas.

Setelahnya, cewek dengan piyama merah muda itu menuruni ranjang, keluar dari kamar meskipun dari cara jalannya saja seperti orang yang mengantuk. Terpaksa Erlan mengikuti Nayla.

Erlangga heran sendiri melihat keberanian Nayla menuju belakang rumah seorang diri tanpa mengajak Erlan. Pria itu tersentak kala mendengar teriakan dari Nayla. Ternyata cewek itu sedang kesusahan mengambil tangga, Erlan langsung saja merebut alih benda tersebut dari Nayla.

"Gak usah bawa yang berat-berat dulu. Lagi hamil jugak." Nayla hanya terkekeh pelan.

Pria itu langsung ke halaman depan rumah dengan tangga yang ia bawa. Menyandarkannya di pohon mangga lalu Nayla mengulurkan handphone dimana senter sudah ia aktifkan.

Terpaksa, Erlan menurutinya. Sungguh seperti orang yang tak memiliki kerjaan. Pagi-pagi buta harus memanjat pohon mangga berharap pohon tersebut sudah berbuah. Erlangga terus mengalihkan cahaya disegala arah saat dirinya berada diatas pohon.

"Ada nggak?" tanya Nayla dari bawah.

Pandangan pria itu terfokus kearah satu buah yang terlihat masih muda, selainnya hanya terlihat masih berbunga saja. Pria itu berdehem mengiyakan ucapan Nayla.

"Ada, tapi masih muda. Gak usah ya?"

"Ihhh, itu yang aku mau, cepet ambil!"

"Nanti kalau kamu sakit perut, aku yang dimarahin sama tante Dita," ucap Erlan sedikit berteriak agar Nayla mendengar.

"Nggak kok. Cepet ambil, aku pengen banget."

Sama saja, kali ini masih dengan terpaksa, Erlan memetik buah tersebut lalu turun dari tangga. Ia kembali memasuki rumah bersama Nayla meninggalkan tangga yang masih bersandar di pohoh mangga.

Erlangga menepis pelan tangan Nayla kala cewek itu ingin merebut mangga dari tangan Erlan. "Mau," ucap Nayla merengek.

"Roti atau sereal?" tanya Erlan membuat Nayla bingung maksudnya apa.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang