37. TEST PACK

94.1K 6.9K 1K
                                    

37. Test Pack

Ini gue yang keasikan nolep atau otak gue yang buntu. Intinya maaf dulu ya. Asik bet gue nonton anime. Mana daring lagi, jadinya puas. Kalian tau kan? Sama cerita yang gak ada outlinenya, jadi wajar kalau gue lama update.

Otak gue tiba-tiba buntu gak tau mau ngelanjutin dari mana, bagian mana, ceritanya gimana. Nah aslinya udah gue ketik sampai chapter 43 sih. Cuma guenya aja yang mager buat revisi trus publish. Malah keasikan nontonin anime.

Ada typo? Komenin aja.

Lanjut...

...

Di kelas Erlan sedang mendapatkan keberuntungan. Guru yang bertugas mengajar pelajaran Geografi sedang tak hadir. Berakhir pria dengan nametag Erlangga Mahendra melarikan diri menuju kelas sebelah. Padahal Alan dan Dev sudah melarang keras kesana karena ada guru yang mengajar.

Biarlah, Erlangga memang keras kepala.

"Selamat pagi," sapa Erlan berdiri dihadapan pintu kelas yang ditempati Nayla.

Guru dengan alis dan lipstick cetar membahana berhenti menuliskan materi di papan. Wanita itu sedikit menurunkan kacamata menatap Erlan yang tersenyum hangat. "Oh, Erlangga. Kenapa?" tanya guru dengan nama Wati.

"Em, saya izin cari Nayla ya buk." Belum mendapatkan izin dari Wati, pria itu langsung nyelonong masuk. Guru itu geleng-geleng kepala melihatnya.

Sedangkan dibelakang sana Nayla sudah melotot. Rima dan Ziva malah ingin mengakak kenapa anak kelas lain bisa nyelonong kesini.

"Malu-maluin," ketus Nayla mendelikkan mata.

Erlangga menunjuk gadis yang duduk disebelah Nayla. "Heh jubaedah, minggir lo," usir pria itu.

Benar saja, ditatap tajam oleh Erlan gadis itu langsung pergi mencari kursi kosong lainnya. Erlangga langsung mendudukkan diri disebelah Nayla. Bu Wati mengerutkan dahi.

"Erlangga, ngapain kamu disitu? Kelas kamu dimana? Belajar sana."

Nayla sudah mendorong tubuh Erlan sejak tadi namun pria itu tetap duduk nyaman tak terusik sama sekali. Ia berdeham sebentar. "Begini ya bu, kelas saya lagi jamkos. Karena saya ... Erlangga Mahendra anak yang rajin, maka dari itu saya kesini mau ngapelin pacar saya."

Gak nyambung ogeb. Tentunya hal yang diucapkan Erlan mengundang tawa siswa lainnya. Namun hal tersebut membuat beberapa siswi menyadari jika ... Erlangga pacar dari Nayla?

"Erlan pergi sana," usir Nayla, Erlan menggeleng.

Wajah Wati sudah memerah menahan marah. "Eh, enggak bu, saya kesini mau ikut belajar. Beneran deh!"

...

Erlangga menatap kesal kearah tiga pria yang memasuki rumahnya. Alan, Devian dan Kenzo sepertinya akan numpang makan lagi dirumah Erlan. Katanya, masakan Nayla itu buat nagih.

"Ngapain?" ketus Erlan mendapat cubitan kecil dari Nayla karena Erlangga seperti tak sopan menyambut tamu.

"Sensian amat." Alan mendudukkan dirinya di sofa, dilanjuti Devian dan Kenzo. Namun Devian mengulurkan sekantong plastik kearah Erlangga.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang