Bagian 13

6.4K 386 43

Mulai dari part ini berusaha memperbaiki typo & gaje...hehe

Special thank's to,
@levin_max02
AttaShaa
@ZiiaBieberFever
@nice_day
@Natha_Nala
Thank's for coment. Juga makasih untuk yang vote. ;)

********

Vina's POV

Aku sengaja pulang lebih awal karna aku harus ke rumah Ara. Menjenguk Denis serta menemui Araku, dan setelah sampai dan ngobrol dengan keluarga ini beberapa saat. Aku tak melihat batang hidung Ara muncul menemani obrolan, aku memang tak menanyakan keberadaannya dari tadi karna kupikir dia ada dikamar.

Melihat kegelisahanku, pak Adi lantas bertanya

" Bu Vina kenapa? "

" Aku nggak liat Ara dari tadi? Udah tidur ya pak? " Tanyaku

" Oh...saya sampai lupa kalau kedatangan ibu disini selain menjenguk Denis, tentunya ibu juga ingin ketemu sama Ara ya hehehe. Dia lagi keluar sama pacarnya bu, pamitnya sih tadi mau ke Taman dekat sini... " Penjelasan pak Adi sontak membuatku terkejut.

Perasaan emosi langsung menyergap hatiku, sejak kapan Ara punya pacar? Ah aku bodoh sekali karena tidak pernah menanyakan statusnya. Tapi memang selama ini dia tidak pernah menceritakan atau menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sudah punya pacar.

" Apa benar itu pacarnya? " Tanyaku kepada mereka untuk meyakinkan.

Meskipun heran dengan pertanyaanku tapi dijawab juga oleh mereka.
" Yang saya tahu sih kemarin-kemarin Ara belum punya pacar neng, nggak tahu juga soalnya tadi Ara nggak ngenalin ke kami siapa temannya tadi. Jadi kami pikir itu pasti pacarnya. " Jawab ibunya Ara yang bernama Endang itu.

Penjelasan bu Endang sedikit melegakanku. Lalu kutanya dimana letak taman itu. Setelah mendapat jawaban aku segera beranjak meninggalkan mereka.

Saat perjalanan tak henti-hentinya pikiranku lepas dari Ara. Membayangkan bibirnya yang waktu itu kucium membuatku tak rela jika ada orang lain yang juga menciumnya selain aku, Ara jelas hanya untukku. Aku tidak tahu sejak kapan aku sepossessive ini terhadap seseorang.

Saat sampai, aku segera memasuki area taman yang ternyata cukup ramai dan terang, karna begitu banyaknya lampu taman. Aku juga baru tahu kalau ada taman seluas ini disini.
Aku terus berputar mencari Ara disetiap sudut dan akhirnya aku melihatnya duduk disebuah bangku disamping ayunan, disampingnya ada sesosok laki-laki kurus memakai kemeja coklat bergaris lengan pendek dan celana khaki dengan warna senada, kontras sekali dengan penampilan Ara yang hanya memakai kaos putih berlengan panjang dan celana pensil warna hitam.

Kuhampiri mereka saat bocah laki-laki itu dengan gugup ingin mengatakan sesuatu kapada Ara.

" Sedang apa kalian disini? " Sontak pertanyaanku membuat mereka berdua terkejut, terlebih Ara.

" Kak Vina? " Tanya Ara. Lalu mereka berdiri.

" Ra, siapa dia? " Tanya bocah laki-laki itu namun sebelum Ara menjawab segera kuraih tangan Ara.

" Ikut aku. " Ujarku. Ara mencoba melepaskan genggamanku, namun aku semakin erat mencekalnya hingga aku mendapatkan pandangan heran darinya.

" Dia kakakku.. " Jawab Ara setelah melepaskan pandangan dariku. Lalu aku menariknya keluar dari taman sedangkan bocah laki-laki itu berteriak.

" Hei mau dibawa kemana?! Ara...! Kita belum selesai ! "

Entah apa tanggapan Ara pada teriakan bocah laki-laki itu, tapi aku segera menuju mobil dan kusuruh Ara memasukinya.

So Possessive (gxg)Baca cerita ini secara GRATIS!