35. PENJELASAN

103K 7.5K 1K
                                    

35. Penjelasan

Gw ngetiknya perchapter itu minimal 1000, maksimal 1500 keatas dikit. Masa iya masih kurang🤔

Ada typo? Tandainnn

Yuk lanjuttt....

...

Setelah pulang Sekolah, Erlangga langsung mendatangi keberadaan Nayla. Mengetuk pintu dengan tak santai membuat Nayla kesal saat membuka pintu besar rumahnya.

"Apasih!" ketus Nayla.

Kenapa? Kenapa Nayla suka ngegas akhir-akhir ini. Membuat Erlan gemas saja. Sehari tanpa ngotot emang gak bisa?

"Gue mau jelasin," ucap Erlan memohon.

Nayla menaikkan sebelah alis lalu memperhatikan wajah Erlangga yang penuh dengan keseriusan. Setelahnya mobil merah memasuki pekarangan rumah Nayla. Nayla sangat mengenali mobil itu milik siapa. Nora. Dialah sang pemiliknya.

"Dengerin penjelasan gue sama Nora," mohon Erlan lagi.

Nora keluar dari mobil dengan wajah bersalah. Gadis itu mendekat kearah Nayla dan Erlan dalam keadaan menunduk. Setelah kejadian hari itu. Erlan sempat menghubungi Nora lagi, menyelidiki dan terus menanyakan apa maksud Nora mendatangi rumahnya lalu memeluknya.

"Nay, gue minta maaf. Plis dengerin penjelasan gue," mohon Nora.

Memejamkan mata sebentar, Nayla mengangguk pelan lalu mempersilahkan dua manusia yang sempat ia benci itu untuk duduk di sofa ruang tamu. Nayla menatap fokus secara bergantian kearah mereka berdua.

"Sebelumnya, gue minta maaf Nay karena pernah gak percaya sama omongan kalian berdua. Gue gak percaya kalau kalian berdua udah nikah. Otak gue nolak untuk berfikir jauh karena kita masih Sekolah. Rasanya gak mungkin kalau kalian sudah menikah."

Nora menatap sedih kearah Erlangga. "Setelah gue liat-liat, dari dulu, dari awal gue masuk SMA Cahaya, ngeliat Erlangga, gue jadi jatuh hati. Cowok yang gak mau mainin perasaan cewek. Gue kagum. Gue cinta Erlangga. Gue egois dan terus berusaha ngedapetin Erlangga gimanapun caranya."

"Sampai pada waktunya, dimana gue liat Erlangga berubah. Cowok cuek yang gue kenal ternyata keliatan hangat waktu adanya lo. Gue cemburu karena Erlan gak pernah peduli sama perjuangan gue dari sekian lamanya."

"Erlangga bilang, dia udah nikah sama lo. Demi tuhan, gue ngerasa hampir gila karena otak gue selalu nolak waktu Erlan bilang dia lebih milih lo dibanding gue."

Nayla memperhatikan wajah Nora yang sudah menahan tangis. Baru kali ini ia melihat gadis yang biasanya berwajah jahat menjadi cengeng.

"Waktu itu ... tepatnya malem hari. Gue ngedatengin rumah Erlangga. Tujuan gue, pengen ngajakin Erlan malem mingguan. Gue udah siap bawain makanan banyak. Misal kalau Erlan gak mau diajak jalan, gue bisa main dirumahnya. Ternyata, kenyataan tak sesuai ekspetasi."

Nora berhenti berbicara. Gadis itu terlihat sesenggukan. Nayla mulai memutar ingatannya dimana ia melihat sampah bungkus makanan dan kulit kuaci yang berserakan.

"Gue salah! Gue udah salah sama kalian. Pada malam itu, hati gue sakit banget denger suara kalian yang bikin gue ingat kalau Erlan pernah bilang kalian itu udah nikah."

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang