31. DARE OR DARE

105K 7.4K 632
                                    

31. Dare Or Dare

Tantangan atau tantangan bukan kejujuran atau tantangan, okay?

Author dpet kek gini karena lihat komen waktu itu ada yg request. Mwehehe, maaf ya kalo gak mirip² banget dengan apa yang di haluin ☺

Btw, selamat tahun baru ya, meskipun belum waktunya. Ini ucapan Author untuk kalian. Happy new years readers manusiagabut.

Yok, malam tahun baru pada kemana nih. Ngapain? Kali aja ad yg pake acara coblos²an. Klo blm halal mending jgn ya, tkut gak sengaja keluar di dlm trus kalian hamidun, kasian babynya oy☺korban apatuh.

Dari sekian lamanya ada dilapak author, ada yang bisa tebak gak? Author nih cewek atau cowok. Hayyuk, tebak²an dulu, pemenangnya dapat angin malam yang semriwing² nikmat🙂

Lanjutttt... banyakan bacot. Ada typo? Tandain. We ngetiknya cepet²

...

Omongan tak sesuai perbuatan. Iya, kemarin mereka merencanakan bakar²an ikan, nyatanya mereka hanya mengumpulkan makanan, malah ada yang aneh-aneh lagi. Contohnya, Alan dan Erlangga, pria itu sengaja membeli vodka delapan botol. Padahal sudah tahu kalau minuman keras tersebut memiliki kadar alkohol yang tinggi.

Tenang, kebiasaan ini hanya dilakukan mereka saat malam tahun baru. Untuk malam lainnya, cowok-cowok itu tak berani mengonsumsi miras, ditakutkan ketagihan kan?

Menjelang malam, mereka berdelapan sudah siap berada di kamar Erlangga dan Nayla. Dengan beralaskan karpet bulu yang empuk dan halus itu, mereka berkumpul disana tak lupa mengumpulkan makanan atau minuman yang mereka bawa. Tentunya delapan minuman berbotol kaca dalam membuat tatapan dari empat cewek berbeda.

"P-pake apa anjir!" Rima menatap tajam kearah Alan.

"Diminum, masa iya dibunuh!" Alan malah lebih asal.

Wajah Nayla masih tak merespon, Erlangga memegangi tangannya membuat cewek itu menatap Erlan. "Sekali aja," ucap Erlan pelan.

"Kita gak setiap hari kek gini. Spesial malam tahun baru," ujar Devian. Aziva hanya mengangguk saja sih.

Pikir saja, Devian putra dari Rifky dan Mia itu tak mungkin sepolos apa yang kalian kira. Hanya saja Devian pintar menyembunyikannya dibalik sifat cueknya itu.

Erlangga membisikkan sesuatu di telinga Nayla, seketika cewek itu mengangguk. Mereka berdua pandang-pandangan sambil tersenyum nakal. Apa? Erlangga menantangnya untuk menggunakan vibrator selama berkumpul nanti. Tak apa, Nayla menyetujuinya.

Langit sudah menggelap, karena terbilang baru malam, bahkan jam besar yang tertempel di dinding menunjukkan pukul 20:15. Mereka memutuskan untuk bermain masing-masing terlebih dahulu. Para ciwi yang asik bergosip di atas ranjang sedangkan pasangan mereka tengah berada dibawah, main game bersama tak lupa ditemani banyak cemilan.

"Ini ranjang luas banget njir," komen Ziva saat tubuhnya menduduki kasur empuk tersebut. Komentarnya tentu membawa maksud berbeda. Pikir saja.

"Kalo lagi nganu mah enak aja geraknya. Gak dipersempit ranjang," sambung Ziva lagi.

Devian yang bermain game dibawah sempat menoleh pacarnya. Jangan berpikir aneh, Devian belum pernah mencoba Ziva. Tenang saja.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang