27. MILIKNYA ERLANGGA

134K 7.3K 593
                                    

27. Miliknya Erlangga

Rasanya pengen nangis gitu. Udah ngetik panjang² malah ngilang. Giliran ngeliat riwayat revisi juga gaada. Wehh🥺😭

Terpaksa ngetik ulang.

...

Erlangga dan Nayla tertawa bersamaan ketika membaca pesan dari Alanio. Huh! Ternyata ide laknat itu bukan berasal dari Alan sepenuhnya karena Aziva dan Devian ikut campur dan menjadi tersangka utama atas ide laknat namun nikmat itu.

Biarlah, besok pagi dipastikan Erlangga akan mengintograsi dua curut beserta pawangnya yang menjadi komplotan ide laknat. Sebut saja seperti itu.

Erlan meletakkan benda pipih diatas nakas lalu tangannya ia lebarkan seperti siap untuk membekap tubuh Nayla. Cewek itu tersenyum girang, menikmati pelukan Erlan yang dipenuhi kehangatan.

Tak ada ronde kedua. Setelahnya hingga pagi tiba, Erlan dan Nayla menghabiskannya untuk istirahat.

Paginya, setelah sarapan dengan roti berlapis selai tak lupa dua gelas susu untuk masing-masing, kini Nayla terlihat tengah membenahi dasi yang Erlan pakai. Sebenarnya Erlangga malas sekali memakai dasi katanya hal itu jelas tak membuatnya keren sama sekali. Opini macam apa itu!

"Berangkat bareng gue." Nayla mengangguk. Tangan Erlangga terulur mengacak pelan rambutnya.

...

Selama perjalanan menuju Sekolah sangat dinikmati oleh dua sejoli yang berada diatas motor besar milik Erlan. Mungkin pengendara lain akan terheran melihat dua orang yang berbicara saling berteriak itu. Biarlah! Telinga serasa tuli saat berada dimotor yang sedang berjalan. Benar 'kan?? Bahkan pembicaraan tentang hubungan romantis bisa berlanjut kejalur yang berbeda hanya karena salah pendengaran.

Sesampainya di Sekolah. Nayla turun disambut dengan tangan Erlan yang melepas pengait helm fullface yang dipakainya. Tentu hal itu membuat tatapan seluruh murid SMA Cahaya jadi kagum. Ketika most wanted bad boy yang terkenal dingin di Sekolah telah menemukan titik hangatnya. Mereka juga banyak yang merasa iri. Siswi yang baru saja memasuki SMA beberapa bulan yang lalu ternyata berhasil membuat Erlangga luluh.

"Kalian jahat!"

Nayla dan Erlan memutar, melihat Alan yang kesal sudah berdiri dibelakangnya. Sungguh Erlan ingin tertawa saat ini.

"Lagian siapa suruh asal masukin obat kek gitu."

Alan yang kesal langsung saja meninggalkan Nayla dan Erlan tak lupa mendelik tajam terlebih dahulu.

Waktu untuk memulai pelajaran masih lumayan lama. Kini mereka yang menjadi tuduhan sementara atas obat laknat itu tengah disidang bersama di kelas Nayla. Ziva menyengir tak bersalah sama sekali.

"Ya gue mana bisa liat kalian berdua pake mode ngambek, mana sampe dua hari lagi. Apa iya betah serumah tapi diem-dieman kek gitu," jujur Ziva.

Ide yang bagus namun kenapa jalan keluarnya harus bergulat di ranjang. Gak estetik banget atuh!

"Tapi gapapa sih. Depinya gue udah dewasa ya? Buktinya udah berani nyentuh-nyentuh obat perangsang kek gitu. Btw, enak banget anjrit."

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang