Seseorang terbangun dari tidur panjang nya, entah berapa hari, bulan atau mungkin bisa tahun. Membuka matanya perlahan dengan cahaya lampu memasuki pupil matanya.
Dia bertanya-tanya ada dimana dirinya saat ini. Ketika ingin bangun dari tidurnya, dia merasakan ada yang menggenggam tangannya kuat. Matanya melirik kearah samping, ternyata ada lelaki yang nampak lelap dalam tidurnya.
Dia menoleh ingin tahu siapa lelaki itu. Ketika kepalanya bergerak, dia merasakan sakit seperti tertusuk pisau.
"Argh..." Lirihnya. Erangan tersebut membuat lelaki disamping nya terbangun.
"Sayang kamu sudah bangun," suara berat tersebut membuatnya berhenti memegangi kepalanya. Dia mengenal suara itu. Apakah dia orang yang selama ini disukainya?
"Kamu gapapa? Mana yang sakit? Aku panggilkan dokter ya." Ucapnya meninggalkan dia seorang diri dengan pikiran yang kacau.
"Apa ini? Kenapa begitu tiba-tiba? Apakah aku sedang bermimpi?" Pikirnya. Betapa kagetnya dia melihat kearah kaca bahwa itu bukan dirinya. Dia meraba wajahnya, em.. bukan wajahnya. Kenapa dia ada ditubuh orang yang sangat ingin dijauhinya. Dia menepuk pipinya pelan berharap ini cuma mimpi belaka.
"Argh..." Bibirnya mengerang kecil sembari memegang kepalanya yang terasa nyeri.
Tidak. Tidak seharusnya dia disini. Dan apa sayang? dia tidak bisa membayangkan jika setiap hari dipanggil begitu, mau dibawa kemana jantungnya. Huh aku harus keluar dari tubuh ini, iya-!!
"Sayang kamu gapapa kan," merasa ada yang memegang kepalanya, dia mendongak melihat lelaki bertubuh tinggi dengan mata indah, bulu mata tipis, hidung mancung, bahhh sudah cukup.
"Ya tuhan bawalah aku pergi, jantung ku-!!"
Dan kisah pun dimulai..
***
Hai hai terimakasih yang telah mampir dan baca cerita ini. Semoga betah sama alur ceritanya, yang mungkin akan berbeda dengan cerita-cerita lainnya. Karena...
Saya aslinya empat orang, jadi jika ada pengubahan alur itu salah satu dari saya. Terimakasih
Janlup vote and komen guys
see u (ʘᴗʘ✿)
YOU ARE READING
ADEEVA
Teen FictionSeingat Adevva sore itu, saat sebelum dia jatuh pingsan, dia masih menjadi dirinya yang biasa. Gadis sederhana yang selalu dituntut sempurna oleh keluarganya. Lalu mengapa saat membuka mata ia justru menjadi Adelia? Si gadis sok polos yang selalu me...
