25. JEALOUS

134K 8K 832
                                    

25. Jealous

Nayla terheran semenjak tadi karena Erlangga terus terdiam sepertinya mulut pria itu terkena lem, hingga rapat dan tak bisa terbuka untuk besuara. Nayla menghembuskan nafas kasar lalu ikut membaringkan tubuh diranjang tepatnya disebelah Erlan yang masih duduk bersandar sambil memainkan handphone.

"By gak mau makan?" tawar Nayla sambil menyolek pergelangan tangan Erlan sebentar.

Pria itu menggeleng. Nayla sungguh geram, ingin bersedih dimana keadaan dirinya dicueki. Tatapan Erlangga dengan ponselnya sangat lekat sungguh membuat Nayla merasa cemburu dengan benda pipih serbaguna itu.

"El mau peluk."

Ia melirik Nayla meskipun wajahnya tak ia tolehkan. Nampak dari sudut matanya, cewek yang berada disebelah itu tengah menahan tangis. Matanya sudah begelimang air. Terpaksa Erlan menolehnya lalu meletakkan ponsel tersebut diatas nakas.

"Gue ngantuk. Tidur aja."

Setelah mengatakan itu Erlan mulai membaringkan tubuh lalu menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuhnya dengan keadaan tidur membelakangi Nayla. Ah! Jengah sekali rasanya.

...

Ia pikir acara ngambek Erlan akan berakhir pagi ini. Nyatanya tidak! Erlangga bahkan tak menganggap kehadiran dirinya, meninggalkan Nayla ketika berangkat Sekolah dan tak menemui keberadaanya di kelas.

"Tumben si Erlan gak ikut," ucap Ziva ketika memperhatikan Devian yang mulai menjemput dirinya dan Alan menjemput Rima untuk menuju ke Kantin Sekolah.

"Sibuk mungkin," kata Nayla sambil tersenyum singkat.

"Ayo ke Kantin," ajak Rima untuk Nayla.

Cewek itu menggeleng pelan. "Kalian duluan aja. Nanti gue nyusul."

Setelah itu kelas benar-benar sepi karena keseluruhan teman sekelasnya berada di Kantin untuk menikmati waktu istirahat. Nayla memainkan handphonenya. Mengirimkan pesan berulang kali ke Erlan namun tak kunjung mendapatkan balasan. Malahan, pesan yang tak ia harapkan muncul di notifikasi.

Kenzo
Lo dimana? Kok dari tadi gue gak liat. Btw gue sekelas sama cowok lo."

Nayla
Kelas. Dia ada di kelas gak?

Kenzo
Nggak. Baru aja keluar bareng cewek, gak tau siapa. Gue gak kenal.

Nayla mematikan handphonenya tanpa mau membalas pesan tersebut. Teringat seseorang yang menyukai suaminya membuat Nayla kepikiran. Mungkin yang dimaksud Kenzo adalah Nora. Tepat sekali karena sebelum keluar kelas, Nora terlihat senang. Nayla kira gadis itu langsung ke kantin. Ternyata mencari Erlangga terlebih dahulu.

Suara Nora tak sengaja terdengar. Nayla bangkit sambil melihat keadaan diluar kelas. Terlihat pria yang ia tunggu kabarnya tengah berjalan beriringan dengan Nora. Ya, meskipun Erlangga terlihat cuek namun hal itu tetap membuat Nayla sakit hati. Ia tersenyum singkat lalu kembali duduk.

...

"Ada masalah?"

Menggeleng pelan. Nayla berusaha membohongi sahabatnya sendiri.

"Iya gue emang gak boleh ngurusin rumah tangga lo. Tapi gue sahabat lo Nay. Gue gak bisa liat lo kek gini. Pasti lo udah tau 'kan? Nora dianter pulang sama Erlangga."

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang