22. Singa dan Kura-Kura

166K 21.1K 10.4K
                                    

Ashsksjjsjkshjsksks akhirnya aku bisa update setelah dua menit gak update😻

Please jangan 2M dulu wei, aku gapunya draft buat up lagi😩

Ini pren, pokonya aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Ini pren, pokonya aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya💓 Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang😊

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"HUAAAA JOKO KEMANA??!!"

"KOK ILANG???!!"

"MAMA!!! JOKO DICULIK!!!"

Gadis dengan rambut acak-acakan yang mengenakan baju tidur bergambar Spongebob itu menangis sejadi-jadinya di depan akuarium tempat ikan koi kesayangannya berada--Joko.

"Ck, kenapa, Ri?"

Bukan, itu bukan suara Vina, mama Riri yang sejak tadi Riri panggil. Melainkan suara Dewa. Cowok itu berjalan menghampiri Riri dengan tatapan sedikit kesal. Pagi-pagi begini adik perempuan satu-satunya itu sudah heboh. Tidak tahu apa yang sedang ditangisi hingga tangisnya terdengar begitu histeris.

"Bang Dewa culik Joko ya?!" Tuduh Riri langsung sambil mengusap air matanya.

Dewa mengernyit tidak habis pikir. "Dih, asal nuduh aja lo! Lagian ngapain juga gue nyulik Joko?! Kurang kerjaan banget!"

"Kan selama ini cuma Bang Dewa yang gak suka sama Joko!"

"Gak cuma gue aja. Gala kan juga gak suka sama Joko," bantah Dewa. "Gala kali yang nyulik," tuduh Dewa asal.

Karena faktanya memang begitu. Selama ini bukan hanya Dewa saja yang tidak suka dengan Joko, melainkan Gala. Cowok itu juga selalu cemburu jika Riri lebih mengutamakan Joko dibanding dirinya.

Riri berkacak pinggang. "Gak mungkin! Gala itu sebenernya sayang sama Joko! Dulu aja Gala mau kasih napas buatan buat Joko! Jadi Gala gak mungkin culik Joko!"

"Ck, ya udah! Gue juga mana tau."

"HUAAAAA TERUS JOKO KEMANA??!!! KOK GAK ADA?!!!"

Riri kembali menangis membuat Dewa mau tak mau harus menenangkannya. "Ssttt, jangan kenceng-kenceng, Ri. Suara lo itu kek petir."

"Ihh!!! Bang Dewa!!! Riri sedih, Joko ilang!!!" Riri memukul pundak Dewa bertubi-tubi. "Kalo sampe Joko diculik dan disekap sama penculiknya gimana?!"

Dewa menghela napas lelah. "Gak bakal disekap, Ri! Ada-ada aja sih pikiran random lo."

Mata Riri mengerjap polos. "Terus?"

"Digoreng," jawab Dewa santai. Namun tidak dengan Riri, gadis itu kembali histeris karena Riri tidak rela dan tidak akan pernah rela jika Joko sampai digoreng oleh penculiknya.

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang