12. BAKAR BAKAR

23.3K 391 7
                                    

Caca terbangun lalu mengucek matanya ia melihat ini masih di dalam mobil dan berarti dia sudah tidur lama

" Belum sampe ya " ucap Caca dengan suara khas bangun tidur sambil menatap Naya

" Belum ca tidur aja lgi nanti klo dah sampe ku bangunin " Naya menoleh ke belakang menatap Caca yang meminum air botolnya

" Em oke , ehh tunggu mereka kenapa ada di paha gua? " Ucap Caca menatap Naya dengan melotot

" Itu Angga sama Artha mereka masuk mobil nyelonong aja ngga bilang terus juga si Artha mau aja ikut" ucap Naya lalu melanjutkan bermesraan ya bersama Dimas

" Anjir mereka berdua ngga tau apa gua ber-rat anjir " Caca mengangkat kakinya agar Angga dan Artha tidak tidur di pahanya lgi

Caca memainkan hpnya sambil binggung kok bisa tau Artha klo misalnya dia mau jalan jalan sama Naya dan juga Angga

Tiba tiba tangan Artha nyelip di kedua paha Caca dengan terkejut Caca melotot ke arah Artha dengan tajam lalu menahan dirinya yang tegang

" Tahan ca tahan tpi si Artha anaknya kek gini anjir " batin Caca lalu menurunkan tangan Artha dari pahanya

Artha membuka matanya merasakan jika tanganya di pegang lalu duduk di samping Caca dengan menatap caca lembut

" Emm belum sampe juga ternyata " Artha menaruh kepalanya di leher Caca lalu memeluknya dengan erat

" Ar lepas jangan peluk peluk juga" Caca menarik tangan Artha agar ia tak memeluknya lagi namun Artha tetap menguatkan pelukan pada Caca

" Hmm terserah deh ar " ucap Caca pasrah lalu Artha menyenggol payudara Caca dengan kuat

" Ar!!!" Caca menatap Artha sambil melotot

Artha mendekati telinga Caca " aku mauu!.." ucap Artha pelan sambil meniup telinga Caca

Caca bergidik geli karena Artha meniup telinga lalu Caca pun menatap Artha dengan tatapan tajam

" Ini di mobil Ar jangan macem macem klo sempet Naya, Dimas, Angga tau gimana " Caca mencubit paha Artha pelan

" Bentar doang juga " Artha memasukkan tanganya ke dalam hoddie Caca lalu merayap melepaskan pengait bra Caca dengan pelan

" Ar!! " Ucap Caca pelan sambil menyuruh Artha untuk berhenti

Setelah lepas pengait bra Caca ,Artha pun menyusuri tubuh Caca dengan lembut

" Ar jangan dulu dehh " Caca menatap bola mata Artha dengan memohon

Artha membalas tatapan Caca lalu mencium pipi Caca sekilas lalu menarik kepala Caca agar berbaring ke dadanya dengan pelan

Caca sontak terkejut saat Artha mencium sekilas pipinya lalu menyuruh dirinya untuk berbaring di dada Artha

Naya menatap Caca ke arah belakang " ciee so sweet bener dah wkwk " ucap Caca sambil tersenyum senyum ke Caca

" Apa sih nay pergi hadap depan sana jangan liat sini " Caca menutup muka menggunakan bantal yang ia gunakan untuk tidur tadi

" Gajee!!" Angga melirik Caca sekilas lalu menatap hpnya lgi

" Apa sih ga!" Kesal Naya

•••

Setelah sampai di villa mereka pun memasuki villa bersama lalu mencari kamar masing-masing

" Ca! " Naya berlari ke arah Caca yang sedang ingin membuka pintu kamar villa

" Knp nay? " Caca menatap Naya sambil mengerutkan keningnya

" Nanti kan kita bakar bakar ngga nih, nah terus si rombongan Angga sama Artha tu kan pasti ngumpul juga tpi gua maluuu caaaaa!! " Naya menutup mukanya dengan berpikir akan malu saat dia bersama Dimas

" Ihh ngapain juga malu " Caca memasuki kamarnya dan meninggalkan Naya yang masih dengan dunianya

Caca membuka kopernya lalu menata baju di dalam lemari setelah menata bajunya Caca pun beranjak memasuki kamar mandi

Setelah membersihkan diri Caca berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang dengan memegang sebuah Make up

" Make up ngga? " Caca menatap alat alat make up nya namun ia letakkan lgi dalam tas

" Ngga usah lah kata mama Jan sering make up aja " Caca menyisir rambutnya sambil sesekali melirik hpnya

" Dia ngga telp? " Caca menatap hpnya berharap seseorang menelponnya

Dan Yapp!!
Tiba tiba hp Caca berdering membuat Caca terkejut dengan senang

" Hlo Ar knp" Caca mengangkat telp Artha dengan suasana hati senang tpi sedikit takut juga

" Dimana?? , Ngga keluar? " Ucap Artha dari balik hpnya

" Em baru aja selesai mandi " Caca menatap dirinya di kaca yang melihat dirinya apakah baju yang ia kenakan bagus

" Keluar sini " Artha berbicara lembut

Caca seketika tersenyum malu karena perlakuan Artha yang membuatnya tersenyum senyum

" Nanti aku keluar " Caca mematikan telp lalu bergegas mengambil hoddienya dari dalam lemari

" Dia gini lembut cuman mau Deket Ama gua aja huh dasar Artha bermuka sange!!" Caca memakai sendalnya lalu berjalan keluar kamar

Caca berjalan menuruni tangga sambil melirik ruang tengah berharap ada Naya

" Mau ke samping ya? " Ucap seseorang dari belakang Caca menggunakan baju putih polos

Caca membalikkan badannya lalu menatap laki laki tersebut sambil tersenyum " Iyya nih mau ke tempat bakar bakar" Caca berjalan keluar rumah

" Caa....!!! " Panggil Naya sambil melambaikan tanganya

" Diam Napa " ucap salah satu rombongan Angga

" Apa sih " Naya melirik sinis laki laki tersebut lalu kembali tersenyum menatap Caca

" Baru hidupin api ya? " Caca membantu Naya mengambil daging ayam tersebut

" Iya nih baru aja ngehidupin apinya padahal udah dari tadi nunggu " Naya menatap Dimas yang sendari tadi meminum cappuccinonya

" Artha mana? " Caca melihat sekitar pembakaran namun tak menemukan Artha

" Owh Artha sendari tadi di belakang lu " ucap Naya Yang santai

Caca membalikkan badannya dan Yap dia menemukan badan kekar Artha yang berdiri di belakang tubuhnya

" Ngapain di belakang??" Caca menarik tangan Artha agar tidak berdiri di belakangnya

Artha menaruh tanganya di bahu Caca lalu tangan sebelahnya memegang secangkir cappuccino yang sendari tadi ia teguk

Dari kejauhan tampak seorang lelaki yang merasa panas dan risih melihat kedekatan Caca dan Artha, ingin sekali rasanya ia merebut Caca dari Artha namun apa daya dirinya sudah menjadi mantan

Jangan lupa vote and follow ya
Happy reading gaysss

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang