22. MALMING 2 ++

281K 9.3K 731
                                    

Jangan emosi loh ya☺

Tandain kalo ada typo

...

Nayla menunjukkan pandangan sayupnya kearah Erlan. Tangannya mulai mengurut milik pria itu membuat Erlangga menahan mati-matian eskpresi wajahnya. Jangan sampai temannya mengetahui apa yang ia lakukan saat ini.

Memasukkan milik Erlan kemulutnya lalu semakin mengocok penis yang sepenuhnya menegang itu dengan lihai. Hampir gila ditempatnya, pria itu hanya bisa mengeram tertahan. Ingin mendesahpun tak bisa.

Tangan Erlan terulur menjambak pelan rambut Nayla memaksakan penisnya agar memasuki mulut cewek itu sepenuhnya, Nayla tersedak lalu menggeplak pelan paha Erlangga. "Ck! Ga muat, mau gue kunyah?" ancam Nayla bak kanibal.

Erlangga menggeleng sambil terkikik membiarkan cewek dibawah sana bermain sesukanya.

"Ehm, ini gue mau pamit," ucap Erlan sedikit ragu kearah layar.

Sebenarnya dari dulu ketika malam minggu, jika mereka tak bisa bermain keluar, maka video call ini lah jadi rutinan disetiap malam minggunya. Mereka bertiga akan saling berbicara hingga larut malam. Tapi ... ini baru pukul 20:39 kenapa Erlangga sudah pamit duluan.

"Mau keluar?" tanya Devian.

"Enghh ya, gue mau keluar."

Oh mengerti lah! Keluar yang dimaksud Devian dengan keluar yang dimaksud Erlangga sangat berbeda. Bukan dirinya yang akan keluar namun sesuatu kental berwarna putih yang akan keluar.

"Gue ikut." Alan angkat tangan.

"Ahhh gak boleh. Dirumah aja, jomblo gak boleh keluar takut ditangkep sama satpol pp. Udah tiduran aja sono." Setelah itu panggilan video dihentikan. Tanpa pamit yang resmi.

Erlangga menatap gemas kearah istrinya. Kenapa Nayla yang terlihat tidak sabaran. "Udah?" tanya Nayla saat tak mendengar keributan lagi. Suaminya mengangguk.

Nayla bangkit, mendekatkan tubuhnya dengan Erlan dimana payudaranya nampak jelas menyembul dibalik crop putih yang ia kenakan. Tanpa malu sedikitpun, toh Erlangga sudah menjadi suaminya, Nayla mulai menanggalkan seluruh pakaian yang ia kenakan lalu menurunkan rok pendeknya, menampakkan miliknya secara langsung karena Nayla sengaja tak memakai celana dalam disaat dirinya akan mendekati Erlan.

Perlahan cewek itu mendudukkan dirinya dipangkuan Erlangga. Belum sepenuhnya duduk, tangan Erlan sudah siap mengarahkan penisnya dibawah sana.

"Masukin by," pinta Erlan.

Mulai mendudukkan dirinya perlahan. Nayla sudah merasakan ujung penis Erlan mengenai bibir vaginanya. Cewek itu mendesis, tangannya mencengkram kuat pundak Erlangga.

Tangan Erlan memegangi sisi tubuh Nayla. Ia sengaja menekan tubuh Nayla agar Nayla duduk sepenuhnya, berusaha memaksakan penis yang sudah mengeras kedalam vagina Nayla.

Pria itu mengeram tertahan, sekali hentakan yang ia lakukan membuat penis tersebut masuk sepenuhnya ke liang vagina Nayla. Menciptakan suara tubrukan antar kulit dan pekikan Nayla saat itu juga.

"AKHHH! shh, keras banget by hhh..."

Tangan Erlan menurun kebawah, meremas dua bongkahan padat Nayla lalu mulai menggerakkan miliknya perlahan.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang