20. GADIS MANJA

181K 8.2K 821
                                    

20. Gadis Manja

Nayla sudah siap dengan seragam Sekolahnya, ia masih menunggu Erlan yang sedang merapikan rambut padahal ujung-ujungnya cowok itu sendiri mengacaknya.

"Pake mobil gue, gue mau bawa motor," ucap Erlan menyodorkan kunci mobil kepada Nayla.

"It's okay."

...

Kedatangan tiga mostwanted SMA Cahaya membuat heboh seketika. Erlan, Alan dan Devian turun dari motor mereka masing-masing. Diantara mereka bertiga hanya Devian yang diketahui sudah memiliki kekasih yaitu Aziva. Sedangkan Erlan dan Alan masih dibilang single, padahal saja ada udang dibalik batu.

"Morning baby," sapa Nora langsung menghadapkan tubuhnya tepat didepan Erlan membuat pria itu sedikit menjaga jarak.

Ini lah yang membuat Erlan menghindar untuk berangkat bersama Nayla. Mengingat istrinya itu belum mengenal sama sekali tentang gadis manja yang berada dihadapan Erlan. Namanya Nora, gadis cantik yang terkenal manja dengan Erlangga sejak dulu. Bukan mantan maupun pacar, hanya saja Nora yang terlalu memaksakan dan menunggu kepastian dari Erlan.

Mobil yang dikemudikan Nayla tepat memasuki pekarangan Sekolah. Pelan-pelan ia keluar dari mobil, biasalah efek tadi malam. Ia memainkan kunci mobil sambil menatap heran kearah keramaian. Jelas, Nayla dapat melihat suaminya dan kedua curut kesayangan Erlan itu. Tapi, siapa seseorang yang dihadapan Erlan?

"Wehh kemana lo kemarin?" Ziva menggeplak pelan pundak Nayla.

Nayla menatap kebelakang disana sudah ada Ziva dan Rima yang tersenyum senang. Nayla menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Nggak enak badan," jawabnya pelan.

"Ehm, yang didepan Erlan itu siapa ya?" tanya Nayla hati-hati membuat tatapan Ziva dan Rima tertuju kearah parkiran yang tersisa empat orang itu saja. Erlangga, Alan, Devian dan Nora.

"Oh, itu Nora. Cheerleader sekaligus gadis yang paling manja sama Erlan. Tapi lo tenang, gak usah takut tersaingi dan gak usah takut dilabrak sama dia. Dia itu baik cuma aja cerewet sama selalu ngejer-ngejer Erlan dari dulu," jelas Ziva panjang lebar.

Menggangguk patuh Nayla kembali menatap keberadaan Nora didepan Erlan. Nampak sekali dari wajah datar Erlangga yang membuat Nayla ingin tertawa melihatnya.

"Mereka pernah pacaran?" tanya Nayla lagi.

"Dari dulu, Erlangga itu sama sekali gak mau pacaran. Eh sekalinya lo kesini langsung nikah," sahut Rima pelan membuat Nayla terkekeh.

"Yaudah, masuk kelas yuk!"

Mereka melanjutkan perjalanan menuju kelas. Meskipun Nayla harus memelankan langkahnya membuat Ziva dan Rima membalikkan badan melihat Nayla yang masih tertatih dalam berjalan.

"OHHH INI! INI NIH YANG BUAT CURIGA!"

"Rim, lo paham kan maksud gue?" Ziva mengalihkan pandangan kearah Rima. Tentunya dua gadis itu tersenyum nakal lalu menertawakan Nayla.

"Ihh kalian kok gitu sih. Gak kasian gitu sama gue?" Kesal Nayla.

Ziva menggelengkan kepala. "Enak-enak aja harus dikasianin, seharusnya itu bagi-bagi." Candaaa.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang