9. LEMES 1821+

66.6K 599 3
                                    

Artha mengantar Caca pulang lalu berpamitan dengan mama dan papa Caca dengan lembut, namun di samping itu seseorang mengintai dari luar pagar menggunakan hoddie coklat

" Hallo" Caca mengucek matanya lalu menatap hpnya

" Hallo Ar knp malam malam telp" ucap Caca di selingi dirinya yang menguap karena masih mengantuk

" Gua ngga bisa tidur " ucap Artha lemas

" Suara lu knp lemas gini?" Caca langsung duduk cemas

" Ngga papa kok.... Ekhem"

" Jangan sok kuat jujur aja lu knp? " Caca berjalan ke arah jendelanya lalu menatap keluar

" Gua habis coli... Puas?" Ucap Artha cepat sambil terkekeh

" Anjir lu ada ada aja malam ini udah ah ngomong gitu doang? Lu udah bangunin gua... Masih ngantuk gua" Caca hendak berbalik ingin berjalan ke ranjangnya namun terhentikan oleh ucapan Artha dengan cepat

" Buka jendela lu!! " Ucap Artha kuat

" M-maksud lu? " Caca mendekati jendela lalu menatap kebawah dan menatap mata Artha yang melihat kearah jendela

" Buka jendelnya atau gua dobrak!? " Caca langsung buru buru menutup gorden jendelanya

" Jangan di tutup! " Ucap Artha lembut

Caca bergegas mematikan telpny lalu duduk di pinggir ranjangnya sambil mengusap wajahnya

" Huuft" Caca berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan mukanya

Caca mematikan lampu kamarnya lalu dia berjalan ke kamar mandi menggunakan lampu hpnya

Setelah di dalam kamar caca mendengar suara keras dari kamarnya, Caca pun bergegas keluar kamar

Caca menyenter ke arah pintu namun tidak ada siapa pun lalu berjalan ke arah jendelnya yang sedikit terbuka membuat Caca terkejut lalu langsung menutupnya

Caca berbalik ke arah ranjang dan terkejutnya saat Caca melihat Artha telah terbaring di ranjangnya dengan santai

" Udah pipisnya? " Artha menatap Caca yang masih berdiri karena terkejut melihatnya di atas ranjang

" E-em- " Artha menarik Caca kedalam pelukannya

" Jangan banyak gerak klo ngga mau nanti lemas di bawah gua " Artha duduk lalu menatap Caca yang berbaring di depannya dengan menggunakan tentop dan celana pendek

" Sengaja pakek beginian? Mau ngegoda? " Tanya Artha yang menunduk Karena ingin mencium bibir Caca

Caca langsung berpindah tempat dan memakai selimut dengan gugup dia menatap mata Artha

" Em Ar lu keluar aja ini udah malam " ucap Caca pelan yang di tatap Artha dengan tajam

Artha mengeser lengan bajunya untuk melihat jam " sekrang baru jam 2 knp harus cepet cepet?" Artha kembali menatap Caca dengan lembut

" Ar gua mau tidur! "

" Tidur sini gua ngga bakal sentuh lu " Caca mengikuti ucapan Artha dia sangat takut jika berhadapan dengan Artha

Tadi sore dia lembut sekarang dia kasar besok bagaimana lagi?, Mood nya sering berubah rubah.

••

" Emhh Ar pelan pelan " ucap Caca sambil menatap Artha yang masih mengenjotnya

Baru beberapa menit dia berkata tidak akan menyentuh Caca namun Nihil!! Dia tidak menempati janjinya bahkan sekarang ini ronde kedua

Artha membalikkan tubuh Caca menjadi membokong lalu menampar pantat Caca dengan kuat membuat Caca harus menekan selimut di mulutnya agar orangtuanya tidak tau

" Udah berapa kali di jebolin masih aja sem-sempitthhh " ucap Artha memasuki penisnya dengan Kuat sambil menampar pantat caca

" Emhh jangan di pukul Ar sakitt hikshh " ucap Caca pelan yang di selingi desahnya

" Desah nama aku ca! " Ucap Artha setelah merasakan penisnya masuk sempurna

" Ahhh " Caca meremas kuat selimut yang ia gunakan untuk menutup mulutnya

" Sthhh panggil nama aku cahh! " Artha mengenjot vagina Caca dengan kuat membuat Caca lemas tidak berdaya

" Jangan nyerah dulu ca gua belum puas " Artha menarik pinggang caca agar dia naik lagi

" Ahhh sssudah Ar emhh ah Ar! " Caca berteriak keenakan saat Artha menekan penisnya dalam dalam di vaginanya

" Ahhhh " Artha memegang pantat Caca agar penisnya masuk dalam dalam di vaginanya

Caca roboh di atas ranjang, berkeringat, Artha memeluk Caca dari belakang lalu memasukkan penisnya lagi di vagina Caca membuat Caca menjadi tegang

" Ar lu ngga puas?" Tanya Caca sambil melihat belakang

" Mau coba gaya baru sama lu ca kek gini kita ngga pernah!" Ucap Artha lalu mulai mengerakkan pinggulnya dengan kuat

" Udah lah malam nih keknya ngga bisa nafas lagi uhhh sialnya gua tidak menolak" batin Caca sambil memegang lengan Artha dengan kuat

" Ahhh arr aku mau keluar " ucap Caca menatap Artha dengan muka memerah

" Uhhh sthhh bersama sayanghhh " Artha menyentak kuat penisnya lalu menekan dalam dalam di vagina Caca

mohon maaf ya ceritanya masih kaku

Jangan lupa vote dan follow
Happy reading gaya😚

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang