8 TERIMA NGGA?

34.5K 439 8
                                    

" knp baru ini aja lu mau cerita gua? Apa nunggu gua tahu dulu gitu?" Naya menatap Caca dengan tanya tanya

" Bukan gitu nay gua- "

" Udh ngga papa ca gua ngga marah asalkan lu kasih tau siapa tu yang namanya Artha biar gua yang ngomong sama dia, oke ca" Naya menepuk bahu Caca sambil tersenyum manis

" Thks ya nay lu udah mau ngertiin gua " Caca memeluk Naya lalu di balas dengan Naya

" Btw gua pegi dari kamar lu itu pas si Dimas telp katanya mau ngajak gua pergi ya jadi gua buru buru ngga ngabarin lu wkwk" ucap Naya sambil terkekeh pelan

" Ngga papa nay biasa cowo lu itu nah " Caca menarik tangan Naya keluar kamar mengajak ke ruang tamu

" Ada apa ca? " Naya menatap Caca yang menariknya sampai ruang tamu

" Udah pulang lu gua mau beres beres rumah " Caca mendorong Naya keluar rumah sambil memaksakan senyum di mukanya

" Gua tendang juga lu ca " Naya berjalan keluar lalu menaiki motornya

••

" Gua udah bilang ke Naya soal kita jalan jalan itu , kata Caca sih oke " dimas menatap minuman Angga yang sendari tadi tak di minum

" Bagus lah klo gitu, gua jadi ikut seneng klo Caca pergi juga " Angga tersenyum lalu berdiri

" Ambil aja tu minum, nih duitnya biar lu yang bayar nanti gua mau pergi " setelah Angga meletakkan uang di depan dimas Angga pun pergi keluar cafe

" Okke " Dimas berdiri lalu membayar minumannya dengan Angga

" Lu temen Angga kan? " Ucap seorang laki laki sambil menatap Dimas dengan dingin

" Knp? Baru liat gua apa lu baru terkenal? " Dimas menatap laki laki tersebut lalu menyentak masker yang di pakai seseorang tersebut

" Owhh Artha gua kira sapa knp Ar?" Dimas menatap Artha dengan enggan karena dia tau jika berurusan dengan Artha akan membuatnya di omelin oleh Angga

" Tolong bilang Angga untuk jauhin Caca karena Caca udah milik orang lain " Artha duduk di kursi lalu meminum minuman Angga tadi

" Oh iya ada lagi bilang ke dia klo kontolnya gatal minta garukin Sera jangan sama Caca " Artha menjentikkan jarinya di depan muka Dimas lalu pergi melenggang keluar cafe sambil membawa minuman Angga

" Dih!! " Dimas keluar cafe dengan kesal

••
" Ca! " Naya berlari ke hadapan Caca yang sedang mengikat tali sepatunya

" Apa nay? " Caca menatap kaki Naya tiba tiba seorang laki laki dari belakang Naya datang

" Gua tau dari sepatunya itu " batin caca yang masih menatap belakang kaki Naya

" Ekhem ca!!" Artha menatap Caca dengan Naya bergantian sambil mendekati Caca

" Lu siapa? " Naya menatap Artha dengan terkejut

" Em nay ini kenalin dia- "

" Gua Artha pacarnya Caca " Artha berbicara besar sambil menatap Naya yang masih terkejut

" Owh jadi elu yang namanya Artha?" Naya menatap seluruh tubuh Artha dengan seksama

" Gua mau ngomong sama Caca dulu, lu ngga usah ikut campur " Artha mengendong Caca tiba tiba lalu menmasuki mobil

" Anjir tu cowo ngga ada adab terus juga ngga ada sopan lagi, terus si Caca mau aja ngikut terus... anjir! terus terus Mulu lu nay " Naya menepuk pipinya lalu menatap mobil Artha keluar halaman sekolah

" Cowo ngga ada adab ya gitu " ucap dimas yang langsung mengelus rambut Naya lalu menatapnya dengan senyum

" Haiii sayang " Naya memeluk Dimas dan Dimas pun membalasnya

*

" Ngapain ngajak gua ketaman?" Caca menatap Artha yang duduk santai di sampingnya

Artha membalas tatapan Caca dan Caca pun membuang muka karena tak ingin menjadi eye contact

" Gua mau ngomong serius sama lu " Artha menatap lurus taman dengan hati yang gugup

" Ngomong aja Ar" Caca melihat sekitar taman yang sangat sepi karena hari sudah mulai sore

Artha menarik kepala caca agar menatapnya lalu memegang tangan Caca dengan lembut sambil berkata " LU MAU NGGA JADI PACAR GUA ?" Artha tersenyum penuh harapan dan tiba tiba ingin mencium bibir Caca

Caca memundurkan kan kepalanya agar dia dan Artha tidak berciuman karena dia tau kalau ini di taman

" Em Ar... Beri gua waktu ya bukannya gua mau nolak mentah mentah ya " Caca berbicara sambil melirik Artha yang masih menatapnya dengan harapan

" Yaudah gua kasih lu waktu dua Minggu, gua juga mau perbaiki diri gua juga" Artha tersenyum lalu membaiki jaketnya

" Em oke " Caca tersenyum sekilas lalu membuang mukanya karena tak ingin di ketahui Artha

" Tpi gua harap lu terima klo ngga gua bakal mohon mohon ke elu tanpa henti " Artha menyambung percakapannya tadi lalu menatap Caca yang terkejut

" Liat aja " Caca berdiri lalu mengambil bunga di taman

" Bunganya cantik kek lu sama mamah gua " Artha berbicara sambil tersenyum manis

" Tuh bocah bisa gombal juga ya gua kira kasar aja yang bisa " batin caca yang menatap sekilas Artha

Jangan lupa vote sama follow ya 🤗😚



ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang