6 1821+

96K 748 7
                                    

Caca melotot tidak percaya apa yang ia dengar tadi

" Ngga ngga apa apaan coba Ar" kesal Caca lalu masuk ke kamar mandi

Artha melihat Caca masuk kamar mandi lalu mengikutinya tpi tidak masuk hanya menunggu di depan pintu dengan tatapan yang ingin memakan seseorang

Caca keluar Langsung di cegat oleh Artha, Artha mendorong Caca untuk masuk ke kamar mandi lagi lalu mengunci pintunya dari dalam

" Ar lepas! Dirumah ada mama gua" ucap Caca memohon

" Ngga bakal kedengaran ca udh nurut aja gua lagi sange " ucap Artha lalu menarik paksa baju Caca

Caca mendorong dada Artha Dengan kuat tpi Artha langsung cepat menangkap kedua tangan Caca lalu meletakkannya di atas kepalanya

" Ar lepas gau lgi ngga mau" tolak caca sambil ingin melepaskan kedua tangannya

" nurut ca!! " Bentak Artha lalu membalikkan tubuh Caca dengan kuat

Caca masih memberontak tak di sadar dirinya sekarang sudah tak menggenakan pakain satu pun

" Ar lu keterlaluan! Lepas!! " Ucap Caca kuat tak di hiraukan oleh Artha

" Lu mau gua kasar ya ca? " Ucap Artha sambil menatap Caca di kaca

Caca membalas tatapan Artha di kaca lalu dengan kuat Artha memasukkan penisnya dengan cepat membuat Caca tersentak lemas

Artha menarik keluar masuk penisnya sesekali mendesah enak karena vagina Caca tiada duanya di bandingkan yang lain

Artha mengguncang vagina Caca sesekali meremas payudara Caca dengan kuat

Caca hanya mendesah enak saat di guncang oleh Artha, ia ingin menolak namun melakukan ini membuatnya candu

" Ahh ar a-aku m-mau keluar emhh " ucap Caca di sela sela desahnya yang mengguncang tubuh ya kuat

" S-sedikit lgi ca! " Balas Artha yang semakin kuat mempompa vagina Caca

Artha yang ingin klimaks bersama dengan kuat ia memompa vagina Caca sambil menampar pantat Caca yang membuatnya itu semakin menggoda

"Emhh ahhh aku udh ngga kuat Ar ahh "
Ucap Caca dengan lemas

Merasa sudah di ujung klimaks Artha menekan penisnya dalam dalam yang membuat Caca bergetar kuat karena merasakan klimaks yang membuat ya terbang keenakan

" Hah... Enak ngga ca? " Artha menatap Caca yang menunduk menghadap wastafel kamar mandinya

" E-enak emhh " balas Caca lalu perlahan menatap Artha dari kaca

" Mau lagi? " Artha melepas penisnya dari vagina Caca lalu membalikkan badan Caca  menghadapnya

" E-engga! " Caca mengeliat pelan lalu di peluk Artha dengan lembut

" Gua masih mau nih ayyo ke ranjang" Artha mengendong Caca membawanya ke ranjang kamar caca lalu meletakkannya pelan

" Emh ngga cape apa? " Ucap Caca merasakan Artha berada di atasnya

" Klo sama lu ngga cukup 1 ronde " Artha mencium leher Caca dengan lembut lalu tangannya mulai meremas payudara Caca

Artha mengemut payudara Caca dengan pelan lalu tangannya mulai memainkan klitoris Caca yang membuat Caca mulai mendesah kuat

" Emhh Ar...." Ucap Caca lalu Artha membuka paha Caca dengan lebar sambil memasukan penisnya dengan kuat

" Sthhh ca..." Artha memajukan pinggulnya membuat Caca meremas bantal dengan kuat sambil memejamkan mata

" Ahhh lebihhh cepatthh" suruh Caca yang membuat Artha menggenjotnya dengan cepat

" Ahhh enak kan emhhh" Artha menatap sekilas Caca lalu mulai mendongak ke atas dengan nikmat

Artha menggenjot Caca semakin lama semakin cepat membuat Caca mengeliat tak karuan di bawah Kungkungannya

" Ahhh Ar mau keluar mmhhh " ucap Caca pelan yang membuat gairah Artha semakin kuat untuk klimaks

" Jangan dulu ca aku masih belum puashhh" balas Artha yang berhenti lalu membuat menatap Caca

" Knp berhenti? " Kesal Caca sambil membalas tatapan Artha

" Owh keenakan ya sayang " Artha terkekeh lalu mengangkat satu kaki Caca ke atas bahunya

Artha mulai menggoyangkan pinggulnya sambil  menatap Caca yang mendesah kuat yang ntah keberapa kalinya membuat Artha semakin horny . Awokawok horny :)

" Emhh Ar A-aku mau keluar shhh " ucap Caca terbata bata sambil mengigit jarinya

" Barengan yuk sshhh " Artha semakin kuat menggenjot Caca lalu mereka dua klimaks yang kedua kalinya

Caca menurunkan kakinya dari bahu Artha lalu menatap Artha dengan lemas, Artha berbaring di samping Caca lalu memeluknya dengan erat sambil mengelus rambut Caca

" Makasih atas servisnya sayang " Artha mengecup kening Caca dengan lembut lalu menarik selimut untuk mereka berdua dan mereka pun tertidur dalam pelukan

Jangan lupa vote sama follownya
Matanya banyak votenya dikit :(((

ARTHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang