19. AGAIN++

322K 9.8K 1.2K
                                    

19. Again

Lagi...lagi...lagi, authornya atau emang dari Erlangganya yang nagih☺

...

"Lo nurut gak sama gue?"

Nayla memandangi wajah Erlan dengan terheran. Pria yang sedang asik memainkan handphone itu tak menyari tatapan Nayla.

"Nurut kok. Kan gue udah jadi bini lo ogeb."

Erlan mematikan handphone lalu meletakkan diatas nakas. Pria itu menatap lekat wajah Nayla. Erlangga mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening cewek itu sekejap.

Angin berhembus memasuki jendela kamar Erlangga yang masih terbuka. Nayla terkikik pelan karena saat ini kondisi mereka sedang tak mengenakan baju. Erlan dengan celana selututnya saja. Sedangkan Nayla hanya memakai tanktop dan rok pendek sepahanya itu.

"Berhenti ya ikut cheer," mohon Erlan pelan.

Wajah Nayla menjadi datar lalu terkekeh pelan. "Emang kenapa. Gue suka banget loh. Kok lo gitu sih, ih lo becandaannya kek gi--"

Erlangga langsung membungkam mulut Nayla dengan bibirnya. Melumat bibir ranum merah muda itu hingga Nayla memukul bahunya perlahan.

Erlan bangkit menutup jendela kamar. Pria itu berdiri dihadapan ranjang, alisnya terangkat dua kali memberi kode kepada sang istri yang tengah terduduk dipinggir ranjang. Berkacak pinggang, ternyata Nayla belum paham juga.

"By ihhh," kesal Erlan.

Pria itu merendahkan tubuhnya, sejajar dengan Nayla yang sedang duduk di pinggir ranjang. "Sekarang?" tanya Nayla pelan membuat Erlan mengangguk semangat.

Erlan membuka lebar paha Nayla lalu menyibak rok pendek yang menutupi milik cewek itu. Nayla memalingkan pandangannya kearah jendela kamar. Jari Erlan terulur untuk mengelus vagina Nayla yang masih terlapis celana dalam itu membuat Nayla mengerang tertahan.

"Enghh..."

Jari tersebut bergerak semakin cepat membuat Nayla gelisah dengan rasa gatal pada miliknya. Ia mendongak dengan desahan yang terus keluar.

"Ahh..Erlan engh...punya gue ouhh...gatel."

Erlan tersenyum nakal, pria itu mulai melepaskan celana dalam milik Nayla dengan bantuan cewek itu juga.

Mendekatkan wajahnya dengan milik Nayla membuat cewek itu sedikit merapatkan pahanya. "Ih mau ngapain?" tanya Nayla tak santai.

Pria itu berdecak lalu membuka lebar paha Nayla. Mulai menciumi vagina mulus dan wangi milik istrinya membuat Nayla mendesah tak karuan karena merasa geli.

"Ehm, Erlan ahh jangan gitu."

Nayla menggunakan kedua tangannya untuk mengcengkram seprai. Membuat kain berwarna grey itu nampak bringsut.

Ia merasakan lidah Erlan yang semakin menusuk-nusuk vaginanya. Bahkan memainkan klitorisnya yang membengkak membuat Nayla berpindah tangan untuk meremas rambut pria itu. "Erlan plishh ahhh gue mau keluar enghh..."

Kepalanya mendongak dengan mulut yang sedikit menganga. Erlan yang melihat itu tersenyum nakal. Semakin menghisap kuat klitoris cewek itu hingga Nayla dapat merasakan orgasmenya.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang