18. NORA

231K 8.5K 703
                                    

18. Nora

Author lagi sibuk, persiapan mau PTS sekaligus PTS nya juga. Maapkeun kalo up-nya jadi jarang.

...

Kedatangan siswi itu membuat satu Sekolah heboh. Ia kira siswi bernama Nora tidak sekolah selama tiga bulan dikarenakan pindah Sekolah namun gadis itu tengah ada kepentingan dan diberikan izin oleh guru untuk menjalani belajar online selama itu.

"Gue kira dah mati tuh anak," ucap Ziva mendapat geplakan dari Rima.

"Ih omongan lo pedes bener."

Ziva meneguk habis sebotol air yang tadi Devian berikan. Ia bersama Rima masih menunggu Erlan selesai latihan karena ada sesuatu yang ia harus tanyakan tengang Nayla. Cewek itu absen Sekolah hari ini.

Erlangga melangkahkan kaki menuju dua gadis dengan pakaian cheernya. Pria itu menyugar rambut tak lupa menebar pesona terlebih dahulu membuat Alan dan Devian yang mengekori dibelakangnya menyebikkan bibir.

"Nggak sah kalo nggak tebar pesona. Heran gue liatnya," nyinyir Alan.

"Ya gue kan nggak mau nyia-nyiain kegantengan ini," ucap Erlan merasa percaya diri.

Tepat dihadapan dua gadis yang sedang berselunjuran dipinggir lapangan itu, ketiga pria pun ikut mendudukkan dirinya disekitar Ziva dan Rima. Mereka berlima sama-sama selesai latihan juga.

"Nayla sakit apa?" tanya Ziva.

"Nggak enak badan," sahut Erlan.

Ziva dan Rima hanya mengangguk. Setelah itu kedatangan gadis dengan seragam cheer juga membuat pandangan lima orang dibawah sana menjadi kesal.

"Aaa Erlangga aku kangen banget," ucap Nora setengah memekik. Ziva menutup telinganya sendiri mendengar teriakan cempreng gadis itu.

Erlan menepis tangan Nora yang ingin memeluk dirinya. Pria berwajah datar itu mendengus kesal lalu sedikit menghindari keberadaan Nora.

"Ih kok kamu gitu sih!"

Alan hanya menyebikkan berulang kali mengikuti ucapan dari Nora. Sebal sekali dengan kedatangan gadis perusuh itu.

"Kenapa nggak sekalian pindah sekolah aja!"

Nora merucutkan bibir mendengar komentar Erlan. "Emang kamu nggak kangen sama aku?" tanyanya sok asik.

"Kamu udah cinta nggak sama aku?" tanya Nora lagi membuat Ziva ingin mengeluarkan komentar namun lebih dulu Devian mendekap tubuhnya.

"Masih sempet bucin juga nih anak."

Erlangga mendekat sambil menatap lekat wajah Nora yang kegirangan. Berdecak sebentar lalu bersiap akan mengeluarkan omongnya. "Gue udah bilang kan sama lo. Sampai kapanpun gue nggak bakal jatuh cinta ke orang lain apalagi lo. Inget!"

Mendesah lelah. Sudah berulang kali Nora ditolak mentah-mentah seperti itu. Ia kira kepulangannya ke Indonesia membuat rasa cinta timbul dihati Erlangga. Atau sekedar merindukannya begitu. Namun tidak! Sejak dulu Erlan memang terkenal jahil namun dirinya tak ingin membuka hati sedikitpun untuk gadis lain kecuali Nayla.

"Udah pergi lo sana. Hushh!" usir Ziva kepada sang ketua cheer itu membuat Nora kesal lalu menghentakkan kaki sebelum pergi dari lapangan tersebut.

Alan berdecak berulang kali. "Heran gue. Gue kira udah ketelen bumi tuh anak," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Devian mengusap pelan rambut Ziva. "Makan dulu sana. Aku mau ganti baju." Setelah mengatakan itu Ziva membawa Rima pergi untuk ke Kantin. Tinggalah Devian, Alan dan Erlangga yang mulai melangkahkan kaki ke ruang ganti.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang