Enam belas: Takdir

Mulai dari awal

"Ini-apa?"

"Yaa ini buku tulislah."

"Untuk apa lo ngasih ini ke gue?"

"Gue pingin aja ngasih itu ke lo. yauda gue balik ya"

"Eh tunggu!"

Angga berbalik,

dengan senyuman.

"Apa?"

"Makasih. dann ini, ada beberapa surat dari gue." Keyla memberikan beberapa surat pada Angga.

"Angga, Anggi, Faras, Justin, Fikri? Buat kita kita? Fikri itu yang anak baru kan?"

"Iya. tolong sampein ya. makasih."

Keyla menutup pintunya rapat rapat.

..

Jantungnya berdegup sangat kencang.

Langkah demi langkah ia lewati lebar lebar, mereka terburu buru.

Terbang pukul 17.45 baru sampai di bandara 17.35

"Harusnya papah lewat jalan yang ga ramai dong! udah tau kan jam segini macet!" Mama Karin, ibunya Keyla dari tadi terus saja mengomel menyalahlan Henry, papah Keyla.

Sudah beberapa menit papah Keyla mendengarkan omelan Karin, akhirnya Henry membuka mulut.

"Harusnya mamah juga tau waktu. waktu malah di pake dandan dulu. ribet."

Prang

Saat Henry tak tahan dirinya di salahkan terus dari tadi akhirnya ia berbicara, dengan perkataan sedikit menusuk.

"JADI MAKSUD PAPAH ITU SEMUA SALAH MAMAH GITU?!"

Dari yang asalnya melangkah lebar lebar kini langkah lebar tersebut berhenti.

Sebelum terjadi perang. Keyla menyadarkan mereka berdua bahwa pesawat sebentar lagi akan berangkat.

"Mah, Pah, ga malu? ga malu berantem disini? di tempat umum? Mah, Pah, bentar lagi pesawat bakal berangkat. Kita gajadi pergi aja?"

Keyla berbicara dengan nada tenang, datar. seolah olah tidak ada yang terjadi.

"Astagfirullohaladzim, Yaudah yuk mah, La kita harus bergegas." Henry, ayah Keyla segera melangkah dengan cepat mendahului Keyla dan Karin sambil membawa 2 koper.

"Tungguin Pah!"

Mamah dan aku segera mengikuti langlah kaki papah.

××
"Gilak aja gue ga percaya sama surat kayak gini!" -Faras

"Ini karangan lo ya?" -Anggi

"Ini Keyla iseng aja. ga mungkin dia kek gini" -Anggi

"Setengah mungkin setengah engga" -Fikri

"Asdfghjkl--" lelucon macam apa ini?!" -Justin

"Ini pasti bohong, kan?" -Justin

"Gue gatau harus percaya atau engga, gue gatau." -Angga.

Itulah komen mereka saat membaca surat dari Keyla.

Sementara untuk Franna, sebelum berangkat ke bandara Keyla cukup memberinya beberapa kata lewat sms.

To: Franna

"Na, gue mau ke korea."

Mengapa Keyla hanya menuliskan beberapa kata? begitu simplenya? karna ia tau beberapa detik kemudian Franna pasti akan meneleponnya dengan 'perkataan yang cukup memusingkan pala orang ketjeh ini'

Benar saja, beberapa detik kemudian handphone Keyla berdering dengan ringtone Call me baby - exo.

Keyla pun mengangkat teleponnya.

Lalu terjadilah sebuah pembicaraan dimana Franna berbicara tentang

"Lu mah ke Korea ga ngajak gua! Lu pasti mau ketemu bang Kyungsoo kan?!"

"Kalau lo ketemu sama Jongin atau Chanyeol fotoin mereka nanti kirimin ke gue"

"Gue mah tau lo ke Korea pastinya buat ketemu bias"

"Gilaaaakk yaa lo ke Korea ga ngajak gue. gue kecewa beneran"

"Lo kalau ketemu cogan di sana kirimin satu ke gue"

"Kamu pasti ke sana buat cari pacar, nanti pas dateng ke Indonesia tiba tiba lo punya pacar gitu?"

"Lu keren banget nih, mentang mentang nenek kakek di Korea jadi aja..

Coba gue? gue nenek kakek dari bapak sama emak di Indonesia semua"

Perlu kalian Franna berbicara di telepon tanpa tanda titik. Jadi, Keyla belum sempat menjawab semua perkataan yang keluar dari mulut Franna.

"Fran biarin gue berbicara dulu, menjelaskan semuanya.

Gue ke Korea bukan karna gue pengen ketemu bias, bukan karna gue pengen dapet pacar orang Korea, bukan karna gue pingin jadi artis, gue ke sini karna nenek gue sakit. entah sampai kapan gue disini. Gue harap lo ngertiin gue. Yakali kalau gue mau ketemu bias gue gak ngajak elu, pasti gue ajak elu kalau niat gue ke Korea cuman ketemu bias, bernasis ria bersama bias, berkenalan dengan bias mah."

"Oh~ i'm sorry, cepet sembuh ya buat nenek kamu" Kini suara Franna terdengar halus dan pelan tak seperti tadi layaknya orang nge rapp.

"Ya terima kasih" singkat padat dan jelas

"Sama sama"

Sambungan terputus tanpa sebab.

Lupa, pulsa Franna mungkin sudah habis.

.

"Maafin gue gais, sekali lagi maafin gue, gue tiba tiba menghilang. tapi setidaknya disurat itu aku mengucapkan selamat tinggal. Aku yakin kita akan bertemu kembali hanya waktu yang dapat mempertemukan kita kembali, aku akan menunggu sampai waktu itu tiba." -Rainbow Note Keyla

==========

a.n.

HAI! maaf banget karna late post maaf banget karna gaje maaf banget karna sedikit.

Di part selanjutnya bakal 6 tahun kemudian gitu, mereka duduk di bangku kelas 12. Di part selanjutnya bakal ada pov! Yeay semangatin aku ya!

Makasih untuk readers, votters dan commenters*padahal sedikit yang komen* atas kebaikan kalian.

Makasih udah nyempetin baca cerita aku ini. Jangan lupa yaaa vote sama commentnyaa yaaa✌

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!