17. SHIT!

301K 8.8K 259
                                    

17. Shit!

Double up karena author udah beberapa hari gak update²

...

Tangan cewek itu masih asik membelai rahang tegas Erlan. Milik Erlangga dibawah sana masih bergerak pelan namun bertenaga.

"Enghh...punya lo ahh...gede banget Erlan."

Pria dibawah sana tersenyum nakal memaksakan penisnya semakin masuk membuat Nayla memejamkan mata dengan mulut yang terus mendesah dan meringis secara bergantian.

Nayla menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh pria itu. Meletakkan kepalanya diceruk leher Erlan lalu menciumi pundak yang terlihat luka akibat tusukan kukunya tadi.

Setelahnya gerakan pria itu langsung menggila. Menyentakkan miliknya kuat-kuat dan melakukan hal itu secara kasar. Erlan mengeram saat merasakan vagina Nayla semakin menjepit penisnya. Cewek itu menahan kuat desahannya dengan menggigit pundak Erlan.

"Akhhh..ahh plishh Elh..gue mau keluar lagih...ahh..."

Erlangga langsung membalik posisi menjadikan Nayla yang berada dibawahnya. Tangan Nayla menguat mencengkram sprei. Merasakan penis yang memenuhi vaginanya itu semakin tersentak ke dalam.

Nayla melingkarkan kaki dipinggang pria itu. Memiting tubuh Erlan dengan kakinya. Nayla mendesah keras saat merasakan penis pria itu yang semakin membengkak didalam sana. Memenuhi lubangnya yang sempit. Bahkan pria itu bergerak liar membuat dirinya ingin orgasme lagi.

"Ahhh by..plishh pelan-pelan enghh punya gue perihh."

Tubuh Nayla bringsut merasakan antara perih dan nikmat yang bersamaan. Erlan mendekatkan wajah mereka. Memperhatikan betapa cantiknya Nayla disaat seperti ini. Seluruh tubuh yang dipenuhi keringat serta desahan yang terus keluar dari mulutnya akibat milik mereka yang menyatu dibawah sana.

Semakin mengeratkan lilitan kakinya yang berada dipinggang Erlan. Pria itu mengeram, terlebih vagina Nayla yang menjepit kuat penisnya dan pria itu yang hampir sampai.

"Akhh...Erlan plishh..ahh.."

Gerakan pria itu semakin cepat, menghujamkan penisnya secara kasar. Ia hampir sampai namun kaki Nayla yang berada erat melingkar dipinggangnya membuat pria itu menahan agar tak keluar didalam terlebih vagina cewek itu semakin menjepit penisnya yang membengkak.

"Tahan bentar, engh... gue mau keluar Nay, ahh...by ahhh... jangan dijepit nanti gue keluar di dalem."

Tubuh Nayla menegang ia sedikit mengejan dengan perutnya yang bergetar kecil. Cewek itu mendesah keras menikmati orgasme panjangnya. Cepat-cepat Erlan mengeluarkan miliknya dari vagina Nayla. Mengocok penis dengan ujung kemerahan gelap dan mengkilap akibat cairan dari Nayla lalu memuntahkan seluruh spermanya diatas perut cewek itu.

"Awshh...perih El."

Memalingkan wajahnya kearah samping, Nayla meringis sambil menggigit jari.  Menahan tangisnya yang akan pecah seketika itu juga. Kenapa baru terasa lagi ketika Erlan sudah mencabut penisnya dari sana. Vaginanya terasa nyeri dan ia sudah lelah untuk mengangkang. Okeh! Permainan diselesaikan.

"Maaf by," ucap Erlan pelan lalu menjatuhkan tubuhnya disebelah Nayla. Memandangi wajah istrinya itu. Damai ketika melihat dua mata yang cantik itu sudah terpejam. Meski terlihat sembab akibat menangis tadi, Nayla tetaplah terlihat cantik.

...

Pria itu lebih memilih untuk tidak membangunkan Nayla terlebih dahulu. Memandangi wajah cewek yang kelelahan membuat dirinya tak tega untuk membangunkan Nayla. Erlan mengelus pipi chubby itu lalu menoelnya pelan membuat Nayla melenguh pelan.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang