16. OH, SHIT!!!++

380K 9.3K 870
                                    

16. Oh, shit!

Author baru ada kuota loh pake update🙂

Ini juga lagi buat cerita Alya sama Yudha juga. Jadi sabar ye😭

...

Demi apapun, Nayla mengatakan 'iya nanti' itu hanyalah untuk menenangkan Erlan saja. Ia belum siap untuk melakukan hal itu. Nayla takut untuk keluar dari ruang ini. Jelas, Erlan sudah menantinya diluar sana.

"By, udah selesai mandinya?" tanya Erlan saat merasakan Nayla begitu lama didalam kamar mandi.

Sudah daritadi. Hanya saja Nayla masih memikirkan bagaimana nasibnya jika keluar nanti. Terlebih dulu, Nayla mengeratkan handuk yang ia pakai. Bersiap memegang gagang pintu lalu memutar sedikit dan melihat seseorang yang telah berdiri dihadapan kamar mandi tersebut.

"Eh kok belum pake baju?" tanya Nayla sambil menyengir melihat Erlan yang masih mengenakan handuk untuk menutupi miliknya saja hingga selututnya.

Tanpa basa basi lagi, Erlan langsung mengangkat tubuh mungil gadis itu membawanya ke ranjang. Sedangkan Nayla sudah panik setengah mati, ia berontak hingga Erlan menjatuhkan tubuhnya diranjang yang empuk itu.

Ia harus kabur namun terlebih dulu Erlan mengukung tubuhnya.

"HUWAAA GAK MAU DI UNBOXING!!"

Pria diatasnya hanya terkikik melihat Nayla yang memejamkan mata. Gadis itu tak melihat keadaan handuknya yang sudah terbuka. Menampakkan dua gundukan padat yang membuat Erlan semakin panas saja.

Nayla membuka mata perlahan, menatap wajah Erlan dengan senyum mesumnya itu. Sungguh menakutkan ia seperti akan diperkosa. Siapa saja yang diluar sana, tolong bawa lari Nayla saat ini.

"Beneran takut gue, sumpah," ucap Nayla pelan.

Erlan menatap jam kecil yang berada dinakas. Masih pukul 19:47, bisa semalaman puas ia menggempur Nayla.

"Nggak boleh nolak. Gak kasian sama gue nih nungguin seminggu lebih?"

"Gue takut Erlan. Bakal sakit pasti," ucap Nayla meringis.

"Kalo gue hamil gimana? Gue masih mau sekolah El."

"Gue keluarin di luar."

Hening sejenak, Nayla mengalihkan pandangan kearah samping melihat tangan pria itu yang mencengkram kuat sprei. Ia malu karena Erlangga terus memandangi wajahnya terlebih handuk yang ia pakai sudah terbuka sejak tadi.

"By, mau ya?" tanya Erlan.

Nayla memejamkan mata lalu mengangguk pelan. Merasakan lehernya yang mulai dikecup pria itu. Bahkan tangan Erlangga sudah meremas payudaranya. Tangan pria itu semakin turun kebawah memberikan sentuhan kecil hingga berhenti di vagina gadis itu.

Mengalungkan tangannya dileher Erlan, gadis itu mulai menikmati sentuhan yang diberikan Erlan. Ia melenguh pelan saat merasakan jari Erlan yang memainkan vaginanya.

Erlangga sengaja memainkan klitoris gadis itu. Jarinya semakin menusuk kedalam hingga Nayla merasakan sedikit perih akibat dua jari Erlan yang bergerak keluar masuk secara cepat.

"Ahh...El pelan-pelan."

Jempol pria itu semakin menekan klitoris Nayla kuat-kuat sedangkan dua jarinya semakin bergerak menusuk divagina gadis itu. Nayla merapatkan kedua pahanya dengan kejangan kecil diperutnya. Erlan tersenyum nakal saat tau itu adalah pelepasan pertama Nayla. Erlangga mulai melumuri vagina gadis itu dengan cairannya sendiri. Membuat vagina Nayla benar-benar becek saat ini. Memberikan efek gatal yang tak tertahankan.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang