19. Tanpa Riri

210K 20.2K 12.3K
                                    

Hai pren selamat hari apa😊💓

Kalian baca sambil ngapain? Kalo aku ngetik sambil kayang☺

Pokonya aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya yaaw💓💓

Hari ini adalah hari ke tiga ujian nasional dilaksanakan, itu artinya sudah sepuluh hari ini Gala tidak bisa bertemu dengan Riri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini adalah hari ke tiga ujian nasional dilaksanakan, itu artinya sudah sepuluh hari ini Gala tidak bisa bertemu dengan Riri. Ralat, sebenarnya Gala masih bisa menemui Riri, hanya saja waktunya sedikit dan tidak bisa mengobrol panjang lebar seperti biasanya.

Setiap selesai ujian, Gala selalu menyempatkan diri untuk datang ke kelas Riri. Meskipun ujung-ujungnya Gala akan diusir oleh Riri karena gadis itu buru-buru pulang.

Dewa selalu menjemput Riri tepat waktu. Jika Riri tidak cepat-cepat keluar dari area sekolah, maka Riri akan kena omelan dari Dewa. Hal itulah yang membuat Riri tidak bisa berlama-lama menemui dan mengobrol dengan Gala.

Belakangan ini, Gala lebih banyak menghabiskan waktunya untuk uring-uringan sendiri. Bukannya sibuk belajar untuk ujian nasional seperti yang dilakukan oleh ketiga sahabatnya, Alan, Akbar dan Ilham. Gala justru sibuk mengumpati dan menyumpah serapahi Dewa dengan berbagai umpatan kasar. Karena ide gila dari cowok menyebalkan itulah yang membuat dirinya tidak bisa bertemu dengan Riri hingga berhari-hari.

Tidak bertemu dengan Riri satu hari saja, sudah membuat Gala hampir Gila, apalagi ini, selama sepuluh hari ia hanya bisa melihat Riri sekilas tanpa melakukan interaksi yang intens. Bahkan saat ia mengirim chat dan video call pun Riri selalu slow respon. Dengan alasan sibuk belajar, belajar dan belajar.

Gala bener-benar hampir dibuat gila dengan keadaan beberapa hari terakhir ini. Namun beruntung ada ketiga sahabatnya yang selalu mencoba menghibur dan menasehati Gala dengan berbagai wejangan. Alhasil emosi Gala yang tidak stabil bisa sedikit mereka kendalikan.

Pernah suatu malam, Gala hampir menjalankan rencana gilanya untuk menculik kucing milik Dewa—Kolor Ijo. Namun rencana itu gagal berkat nasihat dari Alan. Waktu itu Alan memberitahu, jika Gala benar-benar akan melakukan hal itu, maka bukan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah baru. Lebih parahnya lagi, bisa saja hal itu membuat Gala akan semakin sulit untuk bertemu dengan Riri. Akhirnya Gala mencoba berpikir lebih waras dan membatalkan rencana gilanya malam itu.

"Buset, lo udah selesai, Bos?" Tanya Ilham kaget. Pasalnya waktu untuk mengerjakan soal ujian masih tersisa cukup lama, tapi Gala terlihat sudah selesai mengerjakan soal ujiannya.

"Hm," angguk Gala pelan. "Biar gue bisa cepet-cepet ke kelas Riri."

Ilham menggeleng kagum. "Kekuatan bucin emang luar biasa."

"Bucin nya udah mendarah daging. Nembus dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar sampe an—"

"Bacot."

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang