14. SAH

172K 7.9K 561
                                    

14. Sah

Kini, kamar Erlangga nampak ramai karena dipenuhi oleh temannya dan teman Nayla tak lupa Yudha dan Alya ikut bergabung disana. Tiga hari lagi menuju hari-H, Erlan dan Nayla tak diberi izin Sekolah terlebih dahulu hingga acara selesai membuat Alan, Devian, Ziva dan Rima mendatangi orang itu. Tepatnya kini Nayla berada dirumah Erlangga.

"Nay lo udah siap jadi bini orang?" tanya Rima sambil menatap Nayla.

Nayla sedikit mengangguk. "Siap nggak siap ya harus siap."

"Jawaban yang membagongkan," komentar Alan. 

Mereka berenam berada dihamparan tikar yang berada lebih rendah daripada ranjang. Sedangkan diranjang sana terdapat dua orang yang membuat enam orang dibawah menatap heran ke arah dua orang itu. Alya dan Yudha, dua orang itulah yang menjadi pusat pandangan saat ini.

"Bang, sejak kapan lo jadi pedo?" tanya Alan asal.

Yudha menatap datar kearah remaja dibawah sana, Alan hanya menyengir menanggapi itu. "Sejak Erlangga masih dikandungan," sahutnya membuat dua gadis teman Nayla itu melongo mendengarnya.

"Ih kok bisa." Rima menutup mulutnya sendiri.

"Bang Nata, main diluar yuk!" ajak Alya membuat Erlangga memandangi adiknya itu.

Yudha mengangguk pelan. Namun sebelum dua orang itu bangkit dari ranjang, Yudha mendekatkan wajahnya dengan Alya. Membuat gadis usia 12 tahun itu dapat mencium kuat aroma mint dari sana. "Call me daddy okay?"  Alya mengangguk semangat. Jelas, anak kecil itu sudah tau dengan artinya. Bersama Yudha, ia sering diajak berbahasa inggris.

Alan kepalang bingung mendengar apa yang diucap pria dewasa itu barusan. Ia menggeplak pundak Devian berulang kali membuat Ziva meringis melihat kekasihnya yang dipukuli. "Anj gue pengen muntah. Plastik mana plastik." Pria itu heboh sendiri sedangkan Devian dengan wajah datarnya beranggapan serius dan langsung menggaplok wajah Alan dengan kantong plastik yang ia dapat dari uluran tangan Ziva.

Yudha dan Alya meninggalkan kamar yang sudah heboh karena ulahnya. Erlangga saling pandang dengan Nayla karena terheran dengan permintaan Yudha tadi.

"Daddy?" ucap Nayla pelan. Lebih tepatnya masih memahami apa yang dimaksud Yudha tadi.

"Why baby?" sahut Erlan membuat Nayla langsung terkikik. Kenapa malah mereka berdua yang ikut-ikutan seperti Yudha tadi.

"Nggak usah ngebucin ya. Udah tau gue jomblo sendiri," sindir Alan.

...

Akhirnya acara yang dinantikan pun tiba. Setelah akad nikah digelar, kini dua pasangan yang sudah sah menjadi suami istri itu terlihat serasi berada ditempat yang telah dipersiapkan untuk mereka berdua. Nayla tampak cantik mengenakan gaun dengan warna baby pink dan Erlangga dengan tuxedo hitamnya.

Tema dari acara ini adalah hitam dan merah muda. Lebih tepatnya, Nayla yang meminta itu karena gadis yang satu ini penyuka merah muda. Bahkan dari makanan yang disediakan pun banyak yang memiliki rasa strawberry. Benar-benar apa yang Nayla inginkan.

Acara ini digelar di gedung megah yang telah disewa oleh orangtua mereka. Tamu undangan terlihat ramai yang 99% adalah teman kerja orangtuanya. 

Empat orang yang baru memasuki gedung itu nampak girang. Melihat Erlan dan Nayla yang sedang berjabat tangan dengan tamu yang akan pulang.

"El, temen kita," ucap Nayla.

Erlan menatap orang yang sedang asik memakan hidangan yang ada. Tentunya Erlangga bisa melihat jelas dua sahabatnya. Alan dan Devian. Setelah menghabiskan makanannya. Empat orang tersebut mulai mendekat kearah Erlan dan Nayla.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang