12. KETAGIHAN

288K 8K 328
                                    

...

Saat ini Nayla merasakan kegabutan tingkat dewa. Ia bingung harus melakukan hal apa lagi. Menonton tv, mendengarkan musik, makan, minum bahkan membersihkan rumah pun ia sudah lakukan. Tapi kenapa ia masih merasa sangat bosan. Terlebih Dafa dan Sella tidak ada dirumah karena ada pekerjaan penting.

Gadis itu membuka laci meja belajarnya. Kondom, ahh ia jadi teringat seseorang yang membuat dirinya menggila. Nayla cepat-cepat mengambil handphonenya lalu mengetikkan sesuatu dilayar benda pipih tersebut.

ErlanggaMahendra

El, mama sama papa nggak ada dirumah

Seseorang disebrang sana tersentak kala mendengar notifikasi yang ia khususkan untuk seseorang. Erlan membuka pesan tersebut. Ia tersenyum-senyum sendiri, pikirannya sudah tak jelas saat memperhatikan pesan tersebut.

Otw baby.

Setelah mengetikkan hal tersebut, Erlangga langsung bersiap-siap menuju rumah Nayla.

Sedangkan gadis itu tengah menatap dirinya dicermin. Lama kelamaan pikiran gadis itu ikut tertular dengan pikiran Erlangga yang lebih berisi tentang plus-plus. Nayla tersenyum nakal lalu mulai membuka lemarinya. Mengambil rok yang hanya pendeknya sepaha gadis itu lalu crop sebawah dadanya. Nayla mulai memasuki kamar mandi untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

...

Erlangga mengedipkan mata berulang kali sambil berfikir ini hanyalah mimpi. Tapi tidak! Apa yang ia lihat memang nyata dan tiga dimensi. Nayla terlihat duduk dipinggiran ranjang sambil memainkan handphone. Bukan itu yang menjadi pusat pandangan Erlan melainkan style gadis itu malam ini. Croptop yang membuat payudara gadis itu nampak jelas tak lupa dengan rok yang seperti kekurangan bahan, pendek sekali. Erlangga meneguk ludahnya saat memperhatikan leher mulus Nayla karena gadis itu sengaja mencepol asal rambutnya.

"Lagi nyagain pintu ya?" tanya Nayla membuat Erlangga menyengir lalu mulai memasuki kamar tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu.

"Em, gue udah minta izin ke tante Sella buat nemenin lo. Jadi ... aman," ucap Erlangga langsung mendekatkan dirinya dengan Nayla.

"Gue normal Nay," bisik Erlan ditelinga Nayla. Lebih tepatnya pria itu menyindir ketika melihat lekuk tubuh Nayla yang tampak jelas.

Setelahnya, Erlangga langsung mengangkat tubuh Nayla lalu membaringkannya diranjang. Nayla tak memberontak, gadis itu hanya tersenyum sambil mengalungkan tangannya dileher Erlan.

"Sengaja ya?" Nayla mengangguk membuat Erlangga langsung melumat bibir merah muda tersebut.

Sebelah tangan Erlan terulur kebawah, menyibak rok pendek yang gadis itu pakai lalu mengelus vagina Nayla yang masih terlapis celana dalam.

"Ahhh...Geli El."

Erlangga meletakkan kepalanya diceruk leher Nayla. Menghirup kuat aroma strawberry dari tubuh gadis itu lalu mengecup leher mulus Nayla hingga gadis itu mendongakkan kepalanya.

Pria itu bangkit membuat Nayla menatap heran kearahnya. Tangan Erlangga terulur untuk melepas sesuatu yang menutupi milik Nayla, gadis itu membantu kegiatan Erlan.

Nayla tersentak kala Erlangga berhadapan langsung dengan vaginanya. Gadis itu ingin bangkit namun kedua kakinya ditahan oleh Erlan. Pria itu sengaja membuat kaki Nayla tetap mengangkang.

"Erlan jangan ahh...."

Gadis itu membusungkan dadanya saat merasakan miliknya dijilat oleh Erlan. Nayla semakin meremas sprei saat merasakan lidah pria itu semakin menusuk-nusuk miliknya.

"Ahhh...Erlan udah ahh...jangan disituh..."

Pria itu tak menghiraukan ucapan Nayla dan dengan jahilnya jari Erlan ikut memainkan klitoris gadis itu membuat Nayla semakin menggila saat ini.

"Ahh...hhh...Erlangga ehmm..."

Tangan Nayla beralih untuk meremas rambut pria itu. Erlangga yang paham semakin memainkan milik gadis itu dengan lidah dan jarinya.

"Engh...Erlan stop hhh..."

Pria itu menegakkan tubuhnya dengan jari yang masih bermain divagina Nayla. Erlangga tersenyum nakal saat menatap wajah tak tertahan gadis itu.

"Ahhh...hhh..gue mau pipis Elhh..."

Nayla membusungkan dadanya dengan kepala yang mendongak. Cairan mulai mengaliri vagina gadis itu hingga mengenai sprei. Nayla menetralkan detak jantungnya terlebih dahulu, gadis itu tak memperhatikan Erlan yang tengah melucuti celananya hingga menampakkan penis pria tersebut yang sudah menegang.

Erlangga kembali mengukung tubuh Nayla. Gadis itu memejamkan mata dengan keringat yang membanjiri pelipisnya.

Pria itu sengaja menggesekkan miliknya dengan milik Nayla terkadang menekan ujung penis itu agar menerobos masuk ke vagina Nayla membuat gadis itu meringis. "Ahh...jangan dimasukin," ucapnya memohon.

Erlangga hanya bisa menggesekkan penisnya tersebut hingga Nayla mendapatkan orgasmenya setelah itu Nayla yang akan membantu Erlan.

...

Kini, mereka tengah berkumpul bersama tiga keluarga. Rumah Alvan nampak ramai karena kedatangan keluarga Dafa dan keluarga dari tetangga sebelah rumahnya. Mereka semua sudah siap memenuhi sofa ruang tamu.

"Setelah apa yang kemarin kita bicarakan dan maaf jika semua ini memang mendadak," ucap Alvan mengawali pembicaraan.

Alya nampak asik meminum susu kotak disebelah Yudha. Gadis kecil itu sama sekali tak ingin menjauh dari pria dewasa yang baginya sangat menggoda.

"Erlangga, Nayla keputusan kami semua sedikit ada perubahan," ucap Alvan membuat Erlangga dan Nayla menatap lekat kearah pria itu.

Dafa berdehem lalu melanjutkan ucapan Alvan. "Karena ada kepentingan pekerjaan yang membuat papa sama om Alvan ke luar negri, terpaksa kalian harus dinikahkan sebelum lulus Sekolah."

Yudha terlihat menahan tawa saat melihat wajah Erlangga dan Nayla yang sama-sama menegang. Dua orang itu saling pandang lalu memandangi satu persatu orang tua mereka.

"Ini demi kebaikan kalian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kalian kita tinggal mengurus pekerjaan di luar Negri. Tidak ada penolakan okay?" ucap Naya.

Erlangga menatap adiknya yang terlihat tidak memahami obrolan ini sepenuhnya. Mungkin hanya beberapa saja. "Trus Alya ikut Erlan atau papa mama?" tanya pria itu.

Alvan menatap gadis berusia 12 tahun itu. "Karena Yudha ikut ke luar Negri. Alya ikut papa dong. Masa iya ikut kamu," ucap pria itu membuat Erlangga memicingkan mata setidaknya ia tidak membawa beban disaat ditinggal orangtua mereka.

"Acara pernikahan kalian minggu depan. Diharapkan Erlangga sudah siap ya sayang," ucap Naya membuat pria yang diberi nasihat itu menatap Nayla.

"Pa, apa semua nggak terlalu mendadak?" tanya Nayla yang baru membuka suara.

Dafa dan Sella saling pandang. "Demi kebaikan kamu juga," ucap Dafa.

Mendadak? Semua jadi mendadak!

...

Next???

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang