9. MAKING LOVE

385K 9.6K 1.1K
                                    

9. Making Love

Special malam minggu
Double up:)

Kuy ramaikan!

...

Erlangga mulai menggerakkan miliknya dibawah sana dengan tempo yang pelan. Perlahan, Nayla terbawa suasana. Dirinya sudah berdamai dengan rasa sakit dan sedikit tergantikan oleh rasa nikmat yang membuatnya ingin terus merasakan hal itu.

"Hhh...emhh...El."

Pria itu terus memperhatikan wajah Nayla yang sangat candu baginya. Cewek itu mengalihkan pandangan ke samping. Menggigit telapak tangannya sendiri agar suara aneh itu tak dikeluarkannya.

"Ahh...jangan ditahan by..."

Erlangga menepiskan tangan dari mulut Nayla. Cewek itu kembali mendesah. Setelahnya, Erlan mengunci pergerakan tangan cewek itu. Menggenggam erat tangan Nayla membuat cewek itu kepalang bingung untuk meremas sesuatu. Terlebih Erlan menambah kecepatan menyodok miliknya bahkan pria itu tak mengalihkan pandangan kemana pun dan terus menatap fokus wajahnya.

"Ahhh...perih Elhh...hhh...gue mau pipis..lepas dulu Erlann emhh..."

Nayla tersentak kala Erlan semakin mendorongnya hingga kebagian terdalam. Semakin cepat melakukan gerakan itu membuat Nayla berusaha merapatkan kakinya.

"Akhh...ahhh...Erlan gak kuat shh...pelan-pelan hikss...gue gak kuat nahan ahhh...plishh El gue mau pipis."

"Hhh...keluarin by."

Jari kaki Nayla menekuk. Tubuhnya menegang merasakan cairan yang keluar dari miliknya. Nafas cewek itu tersengal-sengal. Erlan sama sekali tak menghentikan kegiatannya membuat Nayla meringis menahan perih dimiliknya.

"Perih El," ucap Nayla pelan. Erlangga mengangguk memahami. Pria itu memeluk tubuh Nayla lalu mengecup wajah cewek itu berulang kali.

"Udah ya?" tanya Nayla seperti memohon untuk menghentikan kegiatan ini. Erlangga memajukan bibirnya lalu menciumi leher cewek itu.

"Gue belum keluar. Masa iya gue main solo lagi. Nanggung ih by, tahan bentar ya?"

Nayla menghembuskan nafas kasar. Setelahnya ia meringis saat merasakan milik Erlan bergerak dibawah sana.

"Cepetan, gue mau tidur, sakit banget nih."

Erlangga mulai menggerakkan miliknya lagi. Tapi kali ini, Erlan melakukannya secara kasar. Cewek itu memekik, berusaha merapatkan kakinya karena tak kuat menahan rasa perih dibawah sana.

"Akhhh...Erlan pelan-pelan...hhh...ahh.."

Pria itu tak menghiraukannya. Ia semakin memaksa miliknya itu untuk menyentuh titik terdalam milik Nayla. Tubuh cewek itu menegang diiringi getaran kecil diperutnya. Tangannya terulur kebawah menekan miliknya sendiri karena tak kuat menahan perih dan ngilu yang menjadi satu.

"Engh...punya gue sakit El, bisa pelan dikit gak sih..hhh..." 

Erlangga terkikik lalu mengelus perut Nayla dengan tangannya. "Katanya pengen udah. Yaudah gue cepetin biar cepet keluar."

Sesuatu didalam sana kembali bergerak pelan namun bertenaga. Nayla meremas sprei sekuatnya. Tangan Erlan masih mengelus bahkan meremas perutnya secara sensual membuat cewek itu merasakan ngilu. Nayla melakukan roll eyes, kepalanya mendongak dengan desahan yang tak henti keluar dari mulutnya.

"Elhh...ahhh...El ngilu shh...ja- ahh...jangan gitu."

"Kenapa hm?? Engh...kurang dalem ya?"

Nayla menggeleng kuat, pria itu tersenyum nakal lalu semakin mendorong miliknya agar menyentuh titik terdalam milik Nayla. Tubuh cewek itu menggelinjang. Rasa nikmat mulai menguasai dirinya jika Erlan terus memperlakukannya seperti ini.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang