7. HAMPIR

247K 9.4K 418
                                    

7. Hampir

Bukannya gimana ya, cerita Alya sama Yudha pasti author bikin tapi nunggu Erlangga hampir END dulu. Soalnya gini, Alya itu kan adeknya Erlangga. Kalau Alya ikut auhtor pubhlis, jadinya beberapa part yang ada di Erlangga ikut ke spoiler dong😭 ditunggu dulu ya. Pasti bakal di publish kok

...

Nayla menggeleng kuat terlebih Erlangga yang dapat memperhatikan jelas tubuhnya.
Erlangga kembali mencumbui leher Nayla membuat gadis itu mendongakkan kepala saat merasakan hal yang aneh. Tangannya mencengkram kuat sprei sedangkan sebelah tangan Erlan sudah terulur kebawah dan memainkan klitoris gadis itu.

"Ahh...Erlangga jangan disituh...enghh."

Jari kaki gadis itu menekuk kuat. Tubuhnya menegang dengan getaran kecil diperutnya. Ia orgasme saat tangan pria itu menggesek kuat klitorisnya hingga mencubit benda kecil itu. Tubuh Nayla melemah, Erlangga memanfaatkannya dengan bangkit lalu mulai melepas pakaiannya satu persatu.

Milik pria itu langsung menyembul saat ia melepas dalamannya. Erlangga kembali mengukung tubuh Nayla dengan penisnya yang sudah menegang itu bergesekan langsung dengan vagina Nayla.

"By, kont*l gue udah ngaceng liat tubuh lo. Boleh gue masukin ya?" Suara Erlangga sangat terdengar berat. Ia masih menunggu jawaban dari Nayla saat ini.

Nayla menggeleng kuat sambil meringis. "Shh..nggak El. Nggak boleh engh...gue aduin mama ya lo." Penis dibawah sana semakin kuat menggesek klitoris Nayla.

"Aduin aja, biar kita cepet dinikahin." Setelahnya, pria itu terkikik mendengar ancaman Nayla. Gadis itu ingin menangis. Ah! Dirinya seperti akan diperkosa. Lagi-lagi ia ingin mengeluarkan sesuatu. Nayla menatap lekat manik hitam legam milik Erlangga.

Tubuhnya menegang, merasakan cairan yang terus keluar dari miliknya. Gadis itu sedikit mengejan, perutnya bergetar kecil. Ia menangis menatap Erlangga dengan wajah tanpa ekspresi itu. "Hiks...ngilu Elhh..." adu gadis itu diiringi tangisannya.

Erlangga merasa tersiksa saat ini. Miliknya benar-benar menegang dan sudah siap untuk menerobos milik gadis itu. Siapa suruh punya titid baperan. Pria itu bersembunyi diceruk leher Nayla. Membiarkan gadis itu yang masih sesenggukan takut akan Erlangga yang tiba-tiba memasuki vaginanya dengan penis yang terasa keras dibawah sana.

"Nay, plis ya?"

Nayla menggeleng, Erlangga dapat merasakan pergerakan gadis itu. Tidak ada jalan lain, sebelah tangan pria itu langsung menahan kedua tangan Nayla. Mengunci pergerakan gadis itu dengan cara menahannya diatas kepala Nayla.

Ujung penis tersebut masih berusaha memasuki milik Nayla. Gadis itu menggeleng kuat merasakan benda keras yang berusaha menerobos miliknya. Erlangga sengaja memainkan milik gadis itu terlebih dulu.

"Ahh...El jangan hikss...engh..."

Nayla berusaha merapatkan kedua pahanya namun sebelah tangan Erlangga lagi membuat gadis itu agar mengangkang.

Pintu diketuk membuat Erlangga mengeram tertahan lalu menjatuhkan dirinya disebelah Nayla. Gadis itu mendesah lega.

"El, Nay, makan dulu yuk, mama udah buatin makanan," ucap Sella diluar kamar tepatnya didepan pintu yang terkunci itu.

Tangan Erlan terulur mengusap air mata Nayla yang mengalir itu. "Jangan nangis," peringat pria itu pelan.

Nayla menarik nafas sambil menahan sesenggukannya. "Iya ma, nanti Erlan sama Nayla nyusul kebawah. Mama duluan aja dulu, Erlan masih di kamar mandi," bohong Nayla.

Erlan bangkit dan benar saja, pria itu langsung ke kamar mandi. Nayla mendudukkan dirinya dipinggir ranjang, gadis itu mendapati sprei kamarnya yang basah akibat cairan tadi. Setelahnya, Nayla mendengar suara desahan dari kamar mandi. Okeh, biarlah Erlangga begitu. Setidaknya Nayla tidak jebol malam ini.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang